Beranda » Uncategorized » Radar Bapak

Radar Bapak

Beberapa hari terakhir, rasanya rindu juga semobil berdua Bapak. Cerita panjang tentang “how was your day?”. Atau sekadar semangkuk soto ayam dan segelas es teh jumbo manis sekali, untuk berdua.

Aku bahkan lupa kapan tepatnya terakhir kali. 3 tahun yang lalu, mungkin?

Semesta mungkin mendengar, lalu berkompromi. Akhirnya hari ini. Terwujud lagi. Meski tak sepanjang dulu waktunya.

Sore tadi. Dekat sekali dengan rumah. Bapak melihat pasangan muda bertengkar, berteriak saling sahut di pinggir jalan perumahan. Di lain tempat, bapak kembali melihat lelaki yang membentak perempuan (yang sepertinya diklaim miliknya).

Seketika Bapak memegang tanganku. Menatap mataku. Aku yakin akan ada kata-kata serius mengalir dari bibir tuanya.

“Ndhuk, Bapak sangat nggak ikhlas kamu di-bully. Dalam hal apapun. Termasuk diteriaki, bahkan dibentak. Apalagi dengan orang yang mengaku dekat denganmu. Pacar sekalipun. Apapun masalahnya, nggak ada alasan yang bisa dibenarkan seorang lelaki berteriak, bahkan membentak ke perempuan”

Tanganku dilepas. Senyum manis mengembang. Aku melangkah masuk rumah. Dengan membatin,”Bapak, terima kasih diingatkan. Semoga siapapun pria yang dekat denganku, akan mengindahkan perkataanmu. Bahkan lebih mengingatnya, dibanding aku, yang lebih dulu engkau wejangi”.

image

Bersama Bapak, lelaki yang cahaya cintanya tak pernah padam

Love,
Delftya Enhaperdhani

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s