Beranda » Uncategorized » My Diet Journey

My Diet Journey

Judulnya minta digampar banget ngga sih? HAHAHAHA πŸ˜€ Tenaang. Bukan kok, bukan. Bukan tentang badan. Bukan demi timbangan geser kiri.

Karena diet berarti membatasi. Untuk kali ini, membatasi penggunaan gadget πŸ™‚

Akhir bulan Oktober lalu, ceritanya paket data internet masuk masa tenggat. Sedangkan dompet dalam kondisi ngga ikhlas mau keluarin selembar dua lembar untuk itu. Ya gimana, smartphone dual sim card (yang ga smart amat) ini pulsanya per bulan lumayan merogoh kocek. Kan lebih baik buat jalan jalan jajan (?).

Di rumah, terbiasa pakai wifi, meski kadang beberapa kali error. Tapi performanya cukup memuaskan di antara penyedia jasa internet nirkabel lain. Di kampus, ada fasilitas wifi juga. Sekalipun kecepatannya baru masuk batas wajar selepas maghrib. Belakangan juga lebih sering errornya daripada connect. Tapi ya sudahlah, kenapa nggak dicoba mengalah pada wifi saja?

Sudah terbayang sedihnya tanpa paket data? Duh ya jalan-jalan lucu ngga bisa cek social media, chatting lucu entah sama siapa, atau bahkan sekadar scroll up scroll down timeline WordPress. Sebagai generasi digital native, pastinya dari bangun tidur sampai kembali terpejam ngga bisa dong jauh-jauh dari gadget (asal ada koneksi internetnya). Nah, yang di dalam kurung ini nih kerap tak terbaca kan hehe

Yang kubilang diet ini terhitung sudah hampir 2 minggu berjalan. …and everything running well *senyum lebar*

Setelah dijalani, nyatanya ngga sesulit yang terbayang lho. Justru jadi lebih ‘hidup’. Makan bareng ya diselingi ngobrol, bukan cek smartphone. Pun main bareng. Juga ketika kuliah di ruang-ruang kelas, dulu kalau bosen kan otomatis iseng main smartphone, sekarang sudah ngga lagii tapi ketiduran. Di lab, di taman, di perpustakaan, di plasa, ya melakukan sesuatu sesuai tujuan awal, haha hihi ketawa ketiwi ataupun ngerjain tugas. Bagiku, ini cukup menjadi pencapaian baru, setelah sebelumnya jarak sama gadget ngga bisa lewat dari semeter dua meter.

Apa ya jadi kudet (kurang update)? Honestly, yes, sometimes. Ya ketika ngga terhubung wifi otomatis dong kudet. Tapi alhamdulillaah aku punya lingkungan yang dengan mudahnya (dan semoga ikhlas) berbagi informasi. Informasi yang bersifat announcement, biasa diobrolkan bareng temen. Setiap hari pun pasti pulang ke rumah, meski larut. Puas deh update apapun di hari itu tiap malam mau tidur. Lagian, belum jadi orang super penting yang harus terhubung internet 24/7.

Kalau ada yang cari gimana? Nomor handphone-ku alhamdulillaah masih tetap lebih dari 5 tahun. Telepon dong πŸ™‚ sekalipun sudah menjelma layaknya handphone jadul, tetep nyala kok 24/7. Sms yang ngga sampe 1000 rupiah itu juga bisa kan. Mayoritas temen yang udah tau sih bakal otomatis telepon kalau kirim message via LINE WhatsApp ngga segera terbalas.

Jadi, kapok nggak mengandalkan wifi? Aku sih, big no!

Mau lanjut sampai kapan? Nah pertanyaan ini beberapa kali ditanyakan teman juga orang tua, mungkin mereka yang jadi bingung yaa heheh. Sampai ada juga yang komentar,”Kok betah sih kamu, ngandelin wifi php gini?” Hihiw πŸ˜€ Untuk sementara belum bisa jawab sih. Masih pengen menikmati indahnya ‘hidup’ *halah.

Jadi, ini dietku yang masih on progress. Kalau kamu? Pernah diet selain urusan badan nggak?

Love,
Delftya Enhaperdhani

Iklan

2 thoughts on “My Diet Journey

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s