Beranda » Uncategorized » Listrik Cinta

Listrik Cinta

Alkisah, ada dua teman angkatan, bukan pacaran (katanya), tapi entah apa lagi kata yang pantas menggambarkan. Ibadah jalan berdua mereka beberapa kali ketahuan. Sebut saja Ali, paparazzi yang kerap (lagi lagi, katanya) tak sengaja menjumpai.

Sore itu, dalam perjalanan ke perpustakaan kampus, memenuhi hasrat perut yang teriak tak mau menunggu

Tya : Eh, Dea sama Utup itu kok bisa ya dekat? Kayaknya aku sering cerita cerita ngobrol ngalor ngidul sama cowok angkatan, tapi kok biasa aja ya?
Ali : Ya itu berarti listriknya nyambung, ada (+) ada (-)
Tya : Hahaha jadi kalo (+) sama (+) ga bisa ya?
Ali : Yah, mending kalo sesama (+). Kalo yang satu (+) satunya normal. Atau satu (-) satunya normal. Gimana? Malah yang satu baper, satunya biasa aja.
Tya : Hahaha iya bener juga sih

+++++++++ ++++++++++ ++++++++++

Percakapan itu ngalir gitu aja. Sampai baru sadar maksudnya, setelah dituliskan ulang dalam perjalanan WhatsApp kepada seorang kawan.

Iya, mungkin perasaan memang harus disampaikan. Menghindari baper berlebihan, sedangkan Dia bermain tanpa tahu apa yang terjadi. Mungkin.

Love,
Delftya Enhaperdhani

Iklan

2 thoughts on “Listrik Cinta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s