Beranda » Uncategorized » Terima kasih banyak

Terima kasih banyak

1 bulan di PUSRI nyatanya memberi kesan mendalam tersendiri. Berat ditinggalkan, namun belum saatnya digenggam

Sebagai kloter pertama dari jurusan yang ke PUSRI, apalagi cuman 4 personil, membuat kami (terpaksa) berkenalan dengan lainnya. Ternyata, dengan begitu, jadi lebih dekat, bukan hanya dengan teman teman seperjuangan KP, pun juga pegawainya.

Berkenalan dengan pejuang tangguh dari ITB dan UNSRI, menunjukkan banyak pelajaran. Bahwa pekerjaan harus diselesaikan dengan tuntas. Bahwa bekerja dapat dilalui dengan santai. Bahwa drama korea bukan hanya milik para wanita. Juga, bahwa Bahasa Daerah banyak ragamnya.

Tugas (yang benar-benar) khusus sukses membuat kami mengenal banyak orang. Beruntung, tak sempat kami bertemu orang-orang kurang baik. *Aih, gimana nih bahasanya?* Di dalem PUSRI itu, mulai operator lapangan sampai manager, semuanyaaaa sangat welcome dengan kawan KP. Mengajari dengan sepenuh hati, membantu penuh keikhlasan. Kalaupun pabrik lagi caper (dan baper) sehingga beliau beliau ini harus fokus, justru beliau meminta maaf dengan sangat. Ya padahal kan anak KP yang gangguin ya.. Rasa kekeluargaan itu datang dari segala penjuru

Terima kasih banyak pak Agus, manager PUSRI-IB, yang sudah menerima dengan hangatnya. Terima kasih atas segala petuah, atas kepercayaan, juga supportnya meski Aku (awalnya) tak begitu ingin bekerja di pabrik selaras dengan ilmu.

Terima kasih banyak pak Zaky, Asisten Superintenden Utilitas, pembimbing tugas (sangat) khusus. Terima kasih ajarannya bahwa menyelesaikan sesuatu harus sesempurna mungkin. Ya meskipun kesempurnaan hanya milik Allah..

Terima kasih banyak pak Balia, Superintenden Amoniak. Terima kasih telah menunjukkan bahwa ilmu itu harus dibagi, tak menjadi milik sendiri.

Terima kasih pak Cik Hidayat, Assisten Superintenden Amoniak, yang siaga bantu pak Balia. Meski sebelumnya hanya bertegur sapa selewatan. Terakhir berjumpa memgingatkan, bahwa ilmu itu harus dicari, sejauh mungkin, maka nilai akan mengikuti.

Terima kasih banyak pak Yusman, Superintenden Urea. Terima kasih atas penjelasan singkat namun sangat membekas. Terima kasih telah memberi banyak pelajaran, termasuk “bekerja untuk orang tua itu berkahnya bisa double”

Terima kasih mas Rizky, mas Abe, ko Dedi, para PE muda badge 2014. Terima kasih telah menyadarkan bahwa belajar tak kenal lelah, menempa diri hingga lupa waktu. Anyway, makasih banyaaaak oleh-oleh yang tak ternilai, file deskripsi proses operasi hasil karya pribadi. Janjiku untuk menyebarkan pada yang membutuhkan. Semoga amal jariyahnya mengalir tak berujung

Terima kasih banyak mas Fadhly, mas Yudhi, mas Dwi, para inspektor yang bekerja tak kenal lelah. Terima kasih atas guyon guyon lucu tiap sore meski kami paham, pekerjaanmu menyita waktu. Terima kasih sarannya,”cewek kerja enak jadi PNS aja. Cari suami yang di pabrik atau MNC atau offshore. Biarlah kerja gampang cuti minim lembur, tapi juga menikmati hasil kerja suami”

Terima kasih pak Jay, pak Taufiq, mba Iin, mba Reny, ganteng cantik TU yang bekerja sangat tepat waktu. Terima kasih telah menyadarkan bahwa berbuat baik itu tak melihat subyeknya. Mba Reny, makasih banyak kartu ijo tiket motor masuk PUSRI nya. Kalau ngga ada, mungkin Viqhi Rio bakal kena denda 50ribu plus wejangan panjang security.

Bapak om mas operator panel dan lapangan, terima kasih banyak. Penjelasan yang detail tiap kami bertanya, juga rela diganggu saat enak baca koran atau main CoC.

Ah, masih banyak yang ga kesebut untuk sekadar terima kasih ke PUSRI-IB. Banyak, dan panjaaang nian..

Terima kasih pak Triko, temen Bapak, yang bersedia diporak-porandakan rumahnya. Terima kasih atas segala keramahan dan cerita penuh pelajaran. Pak, pempek yang dibuat Ibu waktu lebaran itu magis lho enaknya 😀

Terima kasih sekali pak Djohan bu Wiwik, Direktur Produksi yang juga sesepuh ITS di Sumatera Selatan. Terima kasih telah menunjukkan bahwa sweet couple ala drama korea juga ada di kehidupan nyata. Terima kasih telah menunjukkan bahwa mimpi dan cita cita dapat dicapai dengan kerja keras dan doa. Terima kasih telah memberi pelajaran, termasuk segala yang terjadi dalam hidup selalu ada benang merahnya.

Terima kasih mas Giar mas Gede, senior yang masih jadi junior di PUSRI. Terima kasih telah mencontohkan bahwa membantu harus dilakukan semaksimal yang kita bisa. Juga menunjukkan bahwa menabung harus dilakukan sedini mungkin. Terima kasih bantuan cari datanya. Anyway, terima kasih juga traktiran Pempek Saga nya, mungkin tak pernah kami ke sana kalau bukan karena (ditraktir,) mas.

Terima kasih mas Ferlyn, selangkah lebih dulu di PUSRI daripada mas Giar mas Gede. Terima kasih telah mencontohkan bahwa menjawab pertanyaan harus dengan sepenuh hati. Terima kasih kesediaannya direpoti, bertanya tentang tugas khusus bahkan meminta data. Terima kasih juga pinjaman printer dan hibah kertasnya, sukses menghemat memindahkan pos duit dari anggaran bikin laporan.

Terima kasih banyak pak Devie. Terima kasih telah menunjukkan bahwa bantuan dapat diberikan dalam keadaan apapun. Terima kasih telah menunjukkan kami ke ruang penyimpanan file, hingga berkenalan dengan pak Ruslan.

Terima kasih banyak pak Ruslan. Terima kasih telah menunjukkan bahwa usia bukan hambatan untuk bekerja. Tanpa beliau, mungkin tugas khusus tak berujung. Terima kasih ijinnya untuk kami masuk dan bongkar tempat data alat bersembunyi.

Thank you is not enough.
Hari ini, 2 hari setelah kepulangan dari Palembang, 4 hari setelah keluar pabrik untuk terakhir kali. Masih tajam ingatan bagaimana rasanya pergi tanpa tahu kapan kembali. Ucapan terima kasih tak pernah cukup untuk meluapkan apa yang sebenarnya dirasa. Semoga kenangan manis ku ini, juga membekas pada diri bapak mas om mba di PUSRI sekalian. Janjiku untuk kembali, bertandang ke Palembang, menjadi penerus generasi PUSRI ataupun rekan kerja dan teman sejawat.

Terima kasih banyak, PUSRI,
Sebuah kehormatan untuk sedikit mengenal kulit luarmu,
See you when I see you, mwah!

image

image

image

image

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s