Beranda » Uncategorized » Hormat saya,

Hormat saya,

Sesungguhnya Aku sangat paham bagaimana seorang dokter yang bekerja tak dapat diprediksi. Harus jaga, tetiba operasi, dan segala tugasnya. Ini juga yang sukses membuat Aku ngga mau sama sekali jadi dokter

Sebenarnya semua pekerjaan jasa akan mengalami hal yang sama ya. Petugas kesehatan, penjaga pom bensin, pramuniaga toko/restoran yang kejar setoran

Di sini, Aku menyadari ada lagi pekerjaan yang ‘tak kenal waktu’. Process engineer. Mereka yang harus bekerja shift di pabrik, juga operator baik di lapangan maupun control room. Bahkan cuti pun bisa dicabut karena suatu hal di pabrik

Sholat Idul Fitri di masjid PUSRI, ternyata cukup rame. Kalau dibandingkan Manarul ‘Ilmi, masih menang sini lah. Di antara yang berbaju lebaran ; kaftan cantik, baju koko wangi, atau seragam sekeluarga, ternyata ada pasukan lain. Mereka para pekerja shift, lengkap dengan safety shoes dan seragam kebanggaan nya. Masyaa Allah

Duh rasanya……mind blown kalau kata Nova. Terenyuh. Ngga ada apa apa nya lah daripada Aku, dan 2 teman. Kami masih pakai baju lebaran, wewangian, jalan dengan begitu gembira. Mereka yang rela mengikhlaskan waktunya untuk tetap bekerja. Kemudian berangkat sholat Id masih berseragam, bahkan lengkap dengan safety shoes nya. Namun tetap dengan tersenyum penuh kemenangan!

Kepada Beliau semua yang harus tetap bekerja di saat yang lain berbahagia bersama keluarga, hormat saya, semoga pekerjaan nya penuh berkah, dibalas Allah dengan ganjaran yang setimpal. Aamiin :3

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s