Beranda » Uncategorized » Marhaban yaa Ramadhan

Marhaban yaa Ramadhan

Kegalauan ini muncul sejak akhir bulan lalu. Bagaimana tidak, gadis – yang ternyata sudah membesar – ini harus merantau juga, setelah lebih dari 20 tahun berdiam di Surabaya. Seumur-umur, pergi jauh yang nggak sama keluarga ya kurang dari seminggu. Pun Study Excursion awal bulan Juni kemarin, meski jauh lintas pulau, tetep aja kurang dari seminggu.

Kurang dari 1 bulan lagi harus bertolak ke Palembang. Ada tugas kerja praktek di sana. Hanya 1 bulan sih. Tapi yang bikin melow, itu dilakukan dari akhir Juni sampai awal Agustus. Artinya, setengah bulan Ramadhan dan lebaran harus dihabiskan di kota yang membayangkannya pun aku tak mampu. Awalnya jelas sok jagoan, nggak mau pulang ke Surabaya meski pasti dapet libur at least tanggal merahnya. Eh ya makin lama kok berasa juga galaunya. Cek tiket, compare beberapa agen perjalanan, lihat di website resmi maskapai, paling murah sudah 1.5juta one way, masih transit lagi di Soetta. Ya sudahlah, lupakan.

Membayangkan kotanya seperti apa, sampai sekarang belum ada gambaran pasti. Sempat iseng cari destinasi wisata via discovery instagram, tetep kurang puas. Sudahlah membayangkan kotanya tak mampu, apalagi urusan isi perut. Puasa, di kota orang, sekalipun tak pernah ke sana. Banyaaaak pikiran yang kayaknya lebay juga jalan-jalan di otak.

Sampai akhirnya…

Izza, teman hampir 10 tahun yang sedang sekolah di Tiongkok berbagi kisah. Tembok kegalauan itu mendadak runtuh. Apalah kegalauanku dibanding yang akan dia rasakan. Aku masih puasa di tempat yang mayoritas penduduknya muslim, berbalikan dengannya. Aku masih ada teman sahur dan berbuka, dia ada namun tak semudah di sini. Masih banyak lagi komparasi lainnya.

Lain lagi dengan Nova. Cewek gemini teman seangkatan, partner kerja praktek yang jago debat. Dia memang asal Jember. Namun atas pilihannya tak pulang sebelum keberangkatan kami ke Palembang nanti, dengan berbagai sebab. Lagi-lagi, siapalah aku dibanding dia? Aku masih bisa di rumah, menghabiskan waktu bersama, bahkan hingga tanggal keberangkatan nanti.

Ada lagi Pipit, teman seangkatan yang orang tuanya tinggal di Sorowako, satu tempat KP namun beda tanggal. Dia justru tak mungkin pulang ke Sorowako meaki tanggal keberangkatannya setelah lebaran.

Sepertinya, aku pun juga lupa bersyukur. Bahwa apa yang aku rasakan masih jauuuh dengan teman seumuran. Seperti kata Izza, harusnya bersyukur juga tidak harus ada pembanding dulu ya? Bismillaah, meski dengan pembanding tetap syukur yang penuh ikhlas.

Mengubah mind set menjadi positif berdampak pada hari yang lebih menyenangkan. Setelah sebelumnya stress dan melow.

Tiba-tiba menemukan bahwa di Palembang ada sesuatu yang belum ada di Surabaya, Trans Musi. Penasaran sih, katanya shuttle bus keliling kota gitu. Harus dicoba nanti! Selain itu, pastilah menengok jembatan Ampera, pempek dan tekwannya. Kongkow di pinggir Ampera ditemani kopi cantik sepertinya juga tak boleh terlewatkan.

Nova juga tadi pagi bawa kabar, buka dan sahur bisalah numpang di masjid milik PT. Pupuk Sriwidjaja. Baru kalau bosan, (Nova) masak ketje. Ah cantik!

Mamad, temen seangkatan yang tadi pagi ketemu di kampus. Menurutnya, puasa di kota orang justru enak. Buka – sahur bisa di masjid. Tak habis pula uang untuk menghadiri segala undangan buka bersama. Bayangkan, untuk usia 20th : buber teman SD, buber teman SMP, buber teman SMA, buber teman kuliah. Itu yang default, belum kalau dibagi per kelas di tiap jenjang, organisasi yang diikuti, ekskul yang digeluti atau kalau ternyata sudah kerja (?). Waah, bocor juga dompet ya kalau dihitung-hitung haha 😀

Baiklah, semoga Ramadhan kali ini membawa cerita baru, pengalaman baru, juga pelajaran baru..

Marhaban yaa Ramadhan!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s