Singularity, Journey to be Distinctive

Siapa yang ngga tergiur lihat poster semacam ini?

image

Saya bukan TEDster (sebutan untuk penikmat TEDTalks) aktif, apalagi pengurusnya. Namun sudah beberapa kali hadir di kelas bulanan (gratisan) yang diselenggarakan TEDxTuguPahlawan, biasa disebut ‘salon’ ngga tau juga kenapa. Selalu puas dengan salonnya, jadi awal dari keinginan ‘Ah ntar kalo ada conference mesti dateng nih‘.

Poster itu bergerilya di berbagai media sosial. Di website-nya, facebook, juga twitter. Sempat ragu untuk datang sendirian, akhirnya lempar issue ke grup line angkatan kuliah. Janjian lah dengan Agmel, sang pemburu pelajaran luar kampus.

Sabtu, 9 Mei, hari yang ditunggu. Conference dari TEDxTuguPahlawan sejak awal selalu diselenggarakan di Auditorium Universitas Ciputra, yang fyi itu letaknya di ujung barat Surabaya sedangkan kampus (juga rumah) saya di ujung timurnya. Kebayang kan jauhnya? Biarin deh lebay. Tapi ya demiiiii conference yang diidamkan, apasih yang enggak? Haha 😀

Auditorium Universitas Ciputra ini bentuknya seperti ruang theater,  bahkan lebih mirip bioskop ya? Dengan jajaran kursi merah meningkat berundak-undak serta sorot lcd ukuran besar, pantas rasanya jadi alasan penyelenggara memilih tempat ini. Oya, kalo di bioskop, di antara kursi ada tempat meletakkan minuman, di sini berganti menjadi stop kontak. Ini baru saya tahu kurang dari satu jam sebelum meninggalkan ruangan, sayang lupa mau fotoin detail.

image

image

Untuk yang belum pernah tahu.. TED adalah organisasi non profit yang mempunyai visi menyebarluaskan ide ide gila dari khalayak dan untuk khalayak. Lebih lanjut mengenai TED dapat dikepoin di sini.

Conference kali ini mengangkat tema “Singularity, Journey to be Distinctive”. Dengan 8 speakers, 2 speakers TEDTalks video, dan 2 performers, conference ini mampu menyulap auditorium menjadi ruangan penuh ilmu baru nan segar. Saat registrasi awal, setiap dari pengunjung diberikan booklet, snack, dan sticker, seperti yang dijanjikan di posternya. Juga ada photo booth lengkap dengan photographer yang penuh kesabaran.

image

image

First speaker..

image

Bagi Pak Arlan, usia bukanlah halangan untuk terus belajar. Melihat kondisi Indonesia yang terus menyita perhatiannya membuat Beliau ingin berbuat lebih. Entrepreneurship adalah jalan yang Beliau pilih. 2 tahun lalu, diusianya yang ke 63 tahun, Beliau memutuskan untuk melanjutkan studi S3 nya di University of Strahclyde Glasgow. Usia yang (kebanyakan sih dianggap) tua itu ternyata cukup mencuri perhatian. Mulai pertanyaan lebih panjang di imigrasi bandara karena student passport-nya hingga teman kuliah yang awalnya mengira Beliau Professor baru dari Tiongkok. Melalui ‘Toastmaster Club’ dan ‘Bizcomm’, Beliau menyebarkan semangat ke seluruh penjuru Indonesia, bahwa belajar adalah proses yang tak pernah berakhir.

Second speaker..

image

Sebagai orang Surabaya, siapa sih yang belum pernah dengar ‘House of Sampoerna’? Ibu Ina Silas adalah seorang pembelajar ulung. Melanjutkan studi di luar negeri tak membuatnya lupa dengan Indonesia, hingga akhirnya dipercaya menjadi General Manager House of Sampoerna. Bagi sebagian orang, museum adalah tempat yang sangat dihindari untuk tujuan wisata. Mayoritas pengunjung museum adalah siswa sekolah dengan beberapa lembar tugas di tangannya. Namun, Ibu Ina Silas menyulap ‘House of Sampoerna’ menjadi museum yang layak sebagai tujuan wisata edukatif. Belajar proses pembuatan rokok, sejarah berdirinya Sampoerna Group, hingga tempat-tempat bersejarah yang dikemas dalam Surabaya Heritage Track. Dalam genggaman Ibu Ina Silas, sejarah menjadi sesuatu yang menyenangkan. Saat ini, House of Sampoerna menerima 4000 kunjungan per hari, di saat mayoritas museum kesulitan mencapai 1000 kunjungan per bulan.

Third speaker..

image

Terlahir di Missouri tak membuatnya enggan belajar lebih jauh. Carolina menghabiskan masa sekolahnya di Florida, masih negara bagian Amerika Serikat. Pernah mengenyam pendidikan Colombia University di bidang Hubungan Internasional dan Kebijakan Publik membuatnya dapat bekerja di berbagai bidang. Setelah sebelumnya pernah menjadi redaktur People Magazine dan bekerja di White House, saat ini Carolina Escalera menjadi Diplomat di Konsulat Jenderal Amerika Serikat untuk Surabaya. Dari Carolina, kita tahu bahwa usia bukanlah halangan untuk menjadi lebih maju.

Fourth speaker…the charming one *eh

image

Mayoritas anak Indonesia menjadikan dokter sebagai cita-citanya, di samping insinyur, pilot, astronot, dan lain sebagainya. Pun dengan dr. Gamal ini. 5 tahun yang lalu, dokter muda lulusan Universitas Brawijaya ini tergerak hatinya ketika melihat banyaknya masyarakat yang butuh pengobatan namun tak memiliki cukup dana. Di sisi lain, dr. Gamal menyadari bahwa setiap orang pasti menghasilkan sampah tiap harinya. Digagaslah sebuah ide cemerlang : ke dokter bayar pakai sampah. 5 tahun berjalan, ‘Garbage Insurance Clinic’ telah melebarkan sayap ke berbagai daerah di Indonesia dan mendapatkan penghargaan dari Pangeran Charles langsung di Buckingham Palace. Sebagai penutup, dr. Gamal menyampaikan,”Kesukaan ditambah kesungguhan, dibungkus ketulusan kita. Lihat saja bagaimana Allah akan membesarkan kita.” Oya, berdasar pengakuannya dr. Gamal ini baru berusia 25 tahun lho…..dan sudah punya istri (yes, ini penting!).

Fifth speaker..

image

Speaker selanjutnya membuka sesi dengan membawa grup paduan suara asuhannya. Membawakan lagu bernuansa klasik yang mampu membuat seantero auditorium merinding. Beliaulah Bagus Syaffrieza, penggagas Choir asli Surabaya ini. Tak banyak orang paham mengenai paduan suara. Nyatanya, paduan suara bukan hanya sekadar bernyanyi bersama. Namun ada banyak pelajaran di baliknya, seperti menemukan keluarga baru, bahkan politik. Coro Semplice merupakan paduan suara asli Surabaya yang sudah lebih dari 10 tahun ada. Telah banyak penghargaan didapatkan, baik dalam maupun luar negeri. Dari Bagus Syaffrieza, kita tahu bahwa dengan paduan suara dapat ditemukan banyak pelajaran, pun juga cinta sejati. Katanya sih, ada anggotanya yang sampai sukses membina rumah tangga..

Sixth speaker..

image

Bercerita tentang globalisasi dengan penuh semangat. Beliaulah Joko Susanto, inisiator Tjokroaminoto Class dan dosen Hubungan Internasional Universitas Airlangga. Menurutnya, globalisasi adalah sebuah perjalanan yang dapat mengklasifikasikan manusia menjadi 3 tipe. Bagaimana manusia menghadapi globalisasi dapat menentukan masa depan yang akan dihadapinya.

Seventh speaker..

image

Inban Caldwell bersedia hadir mengisi conference meski baru mendarat dari Nepal pagi harinya. Di usianya yang tidak lagi muda, Inban Caldwell melanglang buana ke penjuru dunia dalam misi kemanusiaan. Beliau bercerita bagaimana kondisi Nepal setelah gempa dahsyat menghantam. Baginya, membantu korban bencana bukan hanya tentang memberi semangat dan membuatnya tersenyum, tapi juga independen dan mandiri. Menurutnya,”Why we give them fish, if you can’t teach them to fish and justify the hook?

Eighth speaker..
Pulung Siswantara
*maaf ngga ada fotonya hiks, terlalu menikmati tawa*
Comic adalah pekerjaan utamanya, bahkan pernah menjadi salah satu finalis Stand Up Comedy Indonesia season 3 yang biasa tanyang di Kompas TV. Lalu, apa pekerjaan sampingannya? Pulung Siswantara adalah dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga. Ngga akan ada yang sadar juga kalo mas Pulung – sapaan akrabnya – adalah seorang dosen sebelum MC memperkenalkannya. Gaya comic dengan materi sehari-hari hasil analisa sekitar menjadi andalannya. Mas Pulung sukses membuat seluruh isi auditorium tertawa lepas.

2 speaker lain berasal dari video TEDTalks yang dapat ditonton gratis di youtube. Beliau adalah Marco Tempest, seorang magician yang mampu membuat hadirin terperangah. Juga Pranav Mistry, penggagas ‘Six Sense Device’.

Sungguh 6 jam yang sangat berharga untuk saya. Jarak yang jauh terbayarkan dengan segala hal baru yang didapatkan. ‘Wah Momen’ selalu sukses didapat dari tiap speaker. Keseluruhan yang saya dapatkan dalam conference itu hanya perlu merogoh 35ribu rupiah. Sehat untuk dompet, otak, dan hati.

Beberapa gambar saya ambil dari social media TEDxTuguPahlawan, di sini, di akun fanpage di facebook TEDxTuguPahlawan, juga di website resminya. Keterangan di tiap speaker sedikit banyak diambil dari booklet yang dibagikan. Bagi teman-teman yang ingin menonton conference ini, jangan berkecil hati karena bisa streaming di sana.

Selamat memperkaya otak!
Tanpa harus memiskinkan hati, juga dompet..

Iklan

3 thoughts on “Singularity, Journey to be Distinctive

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s