Beranda » Uncategorized » Tentang Rezeki

Tentang Rezeki

Saya termasuk orang baru di dunia instagram. Sudah sejak lama sih hobi kepo instagram para selebgram. Pun suka ngrumpi centil mbahas selebgram tertentu. Tapi kok ya nggak ada gitu hasrat buat bikin.

Sampai akhirnya… Seorang teman yang begitu gemesnya membuatkan instagram atas nama saya. Itupun dengan ultimatum, ‘jika dalam 7×24 jam password nggak diganti, akun akan dihapus’. Ya kesel dong saya, nggak pengen bikin kok malah dibikinin. Pernah baca, katanya sih obat untuk bahagia ya berdamai dengan kenyataan. Nyoba lah saya, berdamai dengan instagram baru. Follow sana sini. Yang akhirnya….ketagihan. HAHAHA *siapa yang dulu dulu bilang gamau hahaha*

Ya emang telat sih ya punya instagram nya. Ketika path lagi booming, snapchat baru muncul, malah (di)bikin(in)nya instagram. Tapi yauweslah, toh ya kesenengen..

Saya bukan penganut hobi unggah foto keseharian. Yaa buat saya keseharian ya buat sendiri lah. Kamera hp isinya juga mayoritas catetan temen, e ya maklum kan ya (?). Followers kayaknya jumlah jari tangan aja ga habis. Pantes lah, postingan foto cuman satu haha. Di sisi lain, following 50+ ; mulai dari macem macem akun makanan, jalan jalan, online shop (ini sih wajib), sampai tante tante yang hidup nya inspiring banget.

Online shop. Ya saya bukan orang yang gila belanja. Apalagi online. Masih bisa dihitung jari kok berapa kali belanja online. Online shop yang saya follow cukup satu merk pakaian dan bento stuff. (dan) suatu kali, tangan ini gatel pengen follow 2 akun online shop yang digembok. Entah sih, waktu itu kok ya sebegitu kepengen nya tau dia jualan apa. Nggak butuh waktu lama nunggu approval nya. Seketika saya buka timeline mereka…..dan shock. Jualan nya barang para sosialita dengan harga 7 digit. Aih mampus, harga sepasang sepatu nya sama kayak SPP kuliah saya satu semester. Gile ajasih. Segala umpatan keluar, tapi ya nggak di-unfollow. Hahahaaasyu

Setiap ada temen buka timeline instagram selaluuuu komentar tentang 2 olshop yang saya follow itu. Mereka, para pembongkar hp saya itu,  menanyakan kenapa kok ya nggak di-unfollow. Toh ya cuman bikin pengen. Alhamdulillah, sejauh ini jawaban saya masih konsisten : “Tiap aku liat postingannya, kadang ada aja yang bikin pengen. Sayang harganya 7 bahkan sampe 8 digit. Padahal 20th hidup juga belum pernah liat bapak ibu punya alas kaki harga 7-8 digit. Tapi yaudah. Kalo ada yang dipengenin sambil berdoa semoga suatu saat dicukupkan rezeki nya, biar kalo ada yang bagus dan dipengenin bisa langsung beli tanpa bingung nanti makan apa atau heboh convert ke berapa jam harus ngelesi”

Ya, saya penganut aliran percaya apa kata hati. Karena ketika selalu meyakinkan diri untuk mendapatkan sesuatu, atau bisa melakukan apapun, membuat usaha kita jadi lebih keras dari sebelumnya. Pun tentang rezeki. Pasrah, yakin Lillahi Ta’ala itu harus. Tapi ya setelah ada usaha nya dong.

Semoga kita rajin mengumpat yang baik baik. Semoga kita rajin menyeletuk yang baik baik. Semoga kita rajin berdoa, memohon untuk rezeki yang lebih baik. Sehingga ketika malaikat mendengar dan meng-aamiin-i, terkabulkan lah segala pinta yang baik dan indah, berpahala pula.

Selamat melakukan segala yang baik, demi rezeki yang luar biasa indah!

Iklan

2 thoughts on “Tentang Rezeki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s