Beranda » Uncategorized » Aku tak Selalu Mendapatkan Apa yang ku Minta

Aku tak Selalu Mendapatkan Apa yang ku Minta

Ketika ku mohon pada Allah kekuatan,
Allah memberiku kesulitan, agar aku menjadi kuat.
Ketika ku mohon pada Allah kebijaksanaan,
Allah memberiku masalah, untuk ku pecahkan.
Ketika ku mohon pada Allah kesejahteraan,
Allah memberiku akal pikiran, untuk berpikir.
Ketika ku mohon pada Allah keberanian,
Allah memberiku kondisi bahaya, untuk ku atasi.
Ketika ku mohon pada Allah cinta,
Allah memberiku orang-orang bermasalah.
Ketika ku mohon pada Allah bantuan,
Allah memberiku kesempatan.
Aku tak selalu mendapatkan apa yang ku minta,
tetapi ku menerima segala yang aku butuhkan.

AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI, OLEH KARENA ITU AKU SELALU MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN.
 
Kata-Kata Diatas merupakan wujud syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.
 
Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur:
 
Pertama : Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki.
Katakanlah anda telah memiliki sebuah rumah,kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik. Tapi anda masih merasa kurang. Pikiran anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah,mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi ‘KAYA’ dalam arti yang sesungguhnya.
 
Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang ”kaya”. Orang yang ‘kaya’ bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki. Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan,tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.
 
Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan. Seorang pengarang pernah mengatakan, ‘Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi.” Ini perwujudan rasa syukur.
 
Ada cerita menarik mengenai seorang kakek tua yang setiap hari mengemis di pinggir jalan, ia mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seorang anak kecil gelandangan yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur. Apakah kamu lebih menderita daripada kakek tua pengemis atau anak kecil gelandangan itu hingga berpikir dua kali untuk bersyukur atas apa yang secara tidak sadar telah kamu punyai?
 
Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, lebih sukses, dan lebih kaya dari kita.
 
Saya ingat, pertama kali bekerja saya senantiasa membandingkan penghasilan saya dengan teman-teman lain di perusahaan yang berbeda. Perasaan ini membuat saya resah dan gelisah. Saya menjadi gemar bergonta-ganti pekerjaan, hanya untuk mengimbangi rekan-rekan saya. Saya bahkan tak peduli dengan masa kerja yang tertinggal karena menjadi kutu loncat, yang penting gajinya lebih besar. Sampai akhirnya saya sadar bahwa hal ini tak akan pernah ada habisnya. Setiap orang digariskan dengan suratan hidup masing-masing dan Rencana Tuhan atas kita jauh lebih indah. Kini Saya berubah dan mulai mensyukuri apa yang saya dapatkan. Kini saya sangat menikmati pekerjaan saya.
 
Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri. Tetapi yakinlah, setelah kau hampiri lebih dekat, rumput tetangga yang hijau itu ternyata juga memiliki rumput dan alang-alang coklat yang kering,dan  tanah kering yang tidak subur… jadi semua sama saja, sama seperti manusia yang tak sempurna, kehidupan juga tidak pernah seratus persen bahagia.
 
Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa. Waktu itu saya sedang iseng berkunjung ke sana dan mengamati pasien-pasiennya. Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, ”Lulu, Lulu Dewayani.” Saya keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, ”Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu Dewayani, gadis cantik, pintar dan kaya.” Saya pun mengerti, tapi begitu lewat sel lain saya terkejut melihat ada satu penghuni terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, ”Lulu, Lulu Dewayani”. saya bertanya ” orang ini juga punya masalah dengan Lulu? ” Dokter kemudian menjawab, ”Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu.”
Jadi apalah bedanya, dua orang berbeda dengan satu cinta yang sama pun keduanya bisa jadi gila. Memang tidak semua yang indah itu menjanjikan bahagia.
 
Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi. Saya ingin mengakhiri sharing ini dengan cerita mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia. Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, ”Saya mempunyai dua anak lak i-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup ditanah seberang. Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga.”
 
Bersyukurlah !
 
Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan….
Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan ?
 
Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu …, Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar …
Bersyukurlah untuk masa-masa sulit …Di masa itulah kamu tumbuh …
Bersyukurlah untuk keterbatasanmu …Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang …
Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru …Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu …
Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat …Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga …
Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih …Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan …
Bersyukurlah ‘pabila kamu telah menikah dan menemukan banyak masalah dalam rumah tanggamu…. hal itu membuatmu semakin pandai belajar mencinta……..
Bersyukurlah jika kamu memiliki pekerjaan yang terasa tidak menyenangkan…..ingatlah kalau diluar sana masih banyak penggangguran….
Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik…
Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut dan kesusahan …
Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif …
Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkat bagimu …

– – – – – – – – – – – – – – – – –
Tulisan diatas 100% bukan hasil seorang Delftya! Sejujur-jujurnya, yang kisah pendo’a di bagian awal aku ambil dari sebuah buku perpustakaan sekolah yang aku lupa judulnya. Lupa juga karangannya siapa. Tapi bukunya bener2 top banget! Tulisan berikutnya yang bener2 panjang (lebar kali tinggi) itu udah lama banget aku dapetin dari email tante nun jauh di sana. Aku liat tanggalnya ternyata udah maret yang lalu. Sebenarnya, ada banyak kisah sebulan ini yang sangat amat cocok sama tulisan itu. Semoga, semuanya bisa bener2 sadar, AKU MEMANG TAK SELALU MENDAPATKAN YANG AKU SUKAI, YANG AKU MINTA TAPI AKU SELALU MENDAPATKAN YANG AKU BUTUHKAN…

Take care, and have a nice day Friends..

Iklan

2 thoughts on “Aku tak Selalu Mendapatkan Apa yang ku Minta

  1. Betul-betul lebar kali tinggi tulisan nya di tambah satu lagi, dalem banget. Memang tiak semua yang kita inginkan dan sukai bisa kita dapatkan. Mungkin itu sudah di atur oleh NYA karena tidak baik bagi kita. Keep bloging, salam kenal. 😎

  2. salam..

    memang tuhan memberikan segala sesuatu tidak serta merta sesuai keinginan kita. Tuhan menuntut kita untuk kreatif dalam menerima pemberianNya. semuanya itu agar kita dapat berkembang, sehingga apa yang kita dapat akan lebih dari pada apa yang kita minta kepada Nya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s