Hidup itu Indah

keindahan dalam sebuah pembelajaran dengan ilmu, iman, dan cinta

Lho, Bu Guru, Gengsi nya Turunin dong.. 6 Mei 2011

Filed under: Uncategorized — tya @ 3:16 pm

Wah, baru update lagi nih. Ternyata untuk selalu update gak gampang yaa, harus ada niat!

Oke, check my teacher aja yaa..

Jadi gini.. Hari Jum’at yang lalu, tanggal 29April Raport sisipan di SMAN 1* dibagikan. Sudah jadi rahasia umum, bahwa, nilai nya tidak dapat dipahami oleh sistem komputer manapun. Contoh nya, jika SKM (Standar Ketuntasan Minimal) nya75,  nilai 15=75, 25=75, 60=75. Sedangkan nilai 100 (sempurna) yang didapat dilarang ditulis 100 di raport, jadi 9sekian.

Nah, ada seorang teman yang *sepertinya* baru pertama kali dapet nilai UTS math di atas SKM, 80 lah kira-kira. Tapi, nilai Ulangan Harian sebelum nya selalu di bawah 50. Si Teman protes keras ke Walas, karena nilai UTS math nya ditulis 75. Nah, nilai sebelum nya yang ‘diangkat’ jadi 75 tidak disampaikan. Tidak adil bukan?!

Guru math lalu kena protes dari Walas. Merasa harga diri nya jatuh, Beliau akhir nya membahas dengan bumbu marah di kelas saat jam math. Well, dibahas sih gak masalah. Tapi, kata-kata yang digunakan nya itu, wah koq gak kayk guru yang udah ngajar 32 tahun yaa..

Di kelas, beliau berkata, “Selama 32tahun saya ngajar di sini, ini pertama kali nya saya diprotes nilai sama murid. Ini akan sangat membekas di hati saya karena saya merasa dijatuhkan harga diri ini.” Lalu, secara pribadi, beliau sempat berkata,”Iya kalau bu —— (nama walas saya) manggil waktu kantor sepi. Lha itu Senin pagi, kantor ramai, Dia manggil teriak. Kan ya malu saya”

Dari komentar nya itu, koq saya merasa Guru satu ini gengsi nya tinggiii sekali yaa. Waduh, Bu Guru.. Sudahlah.. Ini memang akan menjadi pembelajaran kami, agar berpikir sebelum berkata. Tapi, bukakah ibu juga bisa mengambil hikmah dibalik kejadian ini (yang katanya pertama kali)..

Ibu, ati ati lhoo.. Jika suatu saat ada murid nya sukses, tapi tidak mengakui ibu sebagai guru nya, gimana? Menyakitkan. bukan? Kadang, meski kami sekolah di Sekolah Negeri (= Sekolah Gratis), kami juga mengharap ada sosok guru yang menjelma menjadi orang tua kami, kami nyaman bersama beliau. Itukah Ibu Math? Yaa, semoga sajaa..

 

Apa Kabar Pendidikan Indonesia?? 28 Februari 2011

Filed under: Uncategorized — tya @ 9:32 am

Menikmati pendidikan yang baru sebentar di Indonesia terasa sangat miris. Penilaian berorientasi hasil, bukan proses. Pembinaan mengabaikan EQ dan SQ. Isinya hafalan, cara cepat membabat soal, dan “ilmu” yang ketika diingat malah makin membuat lupa — tanpa penekanan soal pemikiran kritis dan pembentukan sikap mental positif. Trilogi dasar aspek pendidikan (sengaja?) diabaikan.

Di Indonesia, kualitas guru di Indonesia juga masih (maaf) memprihatinkan. Lulusan sekolah menengah yang jempolan biasanya lari ke tempat yang mentereng: Ilmu Kedokteran, Teknik, Informatika, dan sebagainya. Praktis, mereka yang masuk Ilmu Pendidikan adalah “sisa” yang gagal bersaing masuk ke jurusan elit.

Contoh lain adalah UAN yang baru saja lewat beberapa waktu lalu. Sesuai PP 19/2005, UAN adalah indikator kelulusan. Namun banyak yang menilai UAN tak bermanfaat karena hanya mengkondisikan penyelewengan — demi anak didik dan sekolah terangkat citranya. Guru, kepala sekolah, dan bahkan pejabat daerah terlibat jadi tim sukses. Batas terendah ditetapkan, tapi sarana, prasarana, dan sumberdaya belum terkondisikan. Begitu hasil jeblok, segala cara agar murid lulus, bukan dengan introspeksi. We want to look good, but didn’t want to be really good.

Sebagian menyayangkan jerih payah tiga tahun hanya ditentukan dalam empat hari. Banyak murid cerdas diterima SPMB, tapi gagal dalam UAN. Murid cerdas justru terbebani mentalnya. Apalagi, andaikata tak lulus, mereka musti mengulang Paket C yang sudah pasti hengkang dari SMA Negeri. Dorongan belajar pada akhirnya justru sulit dibangkitkan dan hasil maksimal mustahil diperoleh.

Di sisi lain, kualitas pendidikan memang sedemikian rendahnya. Dengan batas “aman” yang cukup rendah dibanding negara tetangga, masih banyak juga yang tidak lulus. Ketika ada wacana untuk menaikkan standar, protes di sana-sini. Apalagi permintaan masyarakat menghapus UAN. Hujan protes dari berbagai LBB langsung membanjiri pemerintah.

Yang jelas, jika KBK/KTSP diterapkan, semua harus konsisten. Evaluasi harus berdasarkan proses. UAN tak perlu dipaksakan sebagai penentu kelulusan. Tapi sejauh mana kesiapan kita (terutama di daerah) untuk menerapkannya? Itu PR kita bersama.

Jadi,

Asumsikan 1 persen dari jumlah warga negara adalah jenius, maka “seharusnya” ada banyak sekali manusia berbakat di Indonesia. Masalahnya, bagaimana menemukan mereka, mengasah mereka, memberi mereka kesempatan, supaya mereka bisa mengembangkan potensinya. Indonesia bagus di fisika dan matematika. Indonesia juga jagoan badminton. Ada juga Crhisjon yang jago tinju. Ada juga anak pedagang rokok yang meraih juara dunia caturrepublika.co.id. Ada juga yang bisa menemukan ion motion control di elektrolitsciencedaily.com. Patut disayangkan mengapa pemerintah masih cuek dan belum piawai dalam mengasah intan ini.

Pendidikan informal (dalam hal ini keluarga) masih jadi unsur terpenting untuk membentuk pribadi yang unggulan selama pemerintah belum mampu membangun sistem pendidikan yang benar-benar mumpuni. Keluarga jugalah yang jadi benteng melawan budaya instan dan pengaruh negatif lingkungan. Dan sepertinya, murid-murid SMP-SMA tak seburuk yang ditulis di media. Pengaruh 18.00-21.00 yang jauh lebih kuat daripada masa studi 7.00-13.00 juga jadi salah satu faktor yang mendistorsi kualitas mereka sebenarnya. Wajar kalau di Finlandia, sewaktu istirahat para guru dan muridnya bermain LEGO robotic. Sementara di Indonesia, murid-murid lebih suka ngerokok, pacaran, atau tawuran sewaktu istirahat. Pada akhirnya, Finlandia yang merupakan negeri yang paling tidak korup bisa menyandang predikat “Pendidikan Terbaik di Dunia”. Bukan Amerika dengan adidaya dan adikuasanya, bukan pula Harvard, juga bukan Inggris. Bagaimana dengan Indonesia??

 

Ayoo Update!! 28 Januari 2011

Filed under: Uncategorized — tya @ 4:46 pm

Hari Rabo akhir Januari 2011.. Jam pelajaran terakhir hari itu TIK. Sayangnya, materi TIK yang harusnya selalu update justru mbulet di Ms.Office aja. Kebetulan hari itu waktunya ngublek Ms.Excel, tapi di kelas. LOL’s! Weheyyy, sodara sodara, baru ini saya merasakan belajar komputer tapi mantengin papan. Padahal yang saya tau, bapak guru itu masih tercatat sebagai mahasiswa PTN ternama di Surabaya, bahkan Indonesia, juga merupakan orang yang update berita saking beliau nya blogger sejati. Tapi, eh, lha koq gak ada bedanya sama yang udah guru PNS. Mana ghirah ngajarnya, Pak? Iya sih, idealisme sebagai guru ada, tapi gak spesifik ke materi ajarnya.

Muter muter di rumus Excel yang gak ada habisnya, sepertinya si Bapak Guru sudah mulai bosan. Akhirnya mendongenglah beliau tentang yang ditemukannya di media online beberapa hari terakhir. Nah, di sinilah saya merasa, waa, indahnya jadi orang yang up-to-date.. Gak bisa dibodohin orang lain dong.. Sungguh, kaget gila! waktu ada temen yang kaget pas tau ada yang bikin “Coin for President Sallary” di micro-blogging, twitter. Loh, mbak, selama ini twitter-an ngapain aja???

Oke, ayoo update guys! Jangan mau dibilang kuper, dilihat sinis, gara gara gak tau info terbaru. Masa punya account facebook, account twitter, tapi gak bisa update??

Menjadi sosok yang up-to-date kan gak harus bondo gadget yang naudzubillah mahalnya. Cukup uang 3000 rupiah, ke kios terdekat, beli koran udah dapet yang bagus. Takut dibilang ndeso gara-gara 2011 masih baca koran, tenanggg!!! Indonesia 2011, koneksi internet sudah menjamur dimana-mana. Tinggal bawa netbook, cari hotspot area. Atau ke resto fastfood, yang ada internet corner nya. Buat yang sekolahnya ada fasilitas wifi, hp nya canggih kan? Tinggal sambungin wifi, dapet koneksi! It’s not to dificult kan..

Internet isinya bukan cuman facebook aja, teman temaaann.. Facebook, twitter, dan social networking lain hanya pemanis bagi browser. Ada koran online, ada jurnal yang free download *pecinta gratisan*, ada artikel artikel menarik. Ayoo update!!

 

mbak Cantik Sayang., 15 Desember 2010

Filed under: Uncategorized — tya @ 4:25 pm

note ini aku persembahkan khusus buat mbak rina, mbak yang udah nemenin aku belajar dari kelas 2 SMP, read : 7 semester.

Okey, pertemuan kami diawali ketika guru les ku sebelum nya mundur, alasan nya sakit. Aku bingung, akhirnya aku minta salah satu guru sekolah dicarikan guru les… daannn, sang guru itu memberikan advice ke mbak rina ini. Tralala trilili.., les pun dimulai.

Waktu itu, mbak rina udah mau mulai S-2, belum nikah, masih nge-kos di kos kosan keputih indah. hahaa XD

Fisika (yang emang bidang nya), matematika, dan kimia kita lahap bersama. Ke-genius-an nya memaksa saya untuk terus berlatih., dan saya tau hasil nya ruar biasa! Bersama nya, marah iya, nangis iya, ketawa iya, nggosip iya, apa aja deh iya.. hahaa hihii hohoo.. Emang gak cuman bahagia, tiga setengah tahun itu bukan waktu yang pendek. Sudah banyak perubahan perubahan dari aku dan mbak rina yang kita maklumi bersama.

Pernah kejadian, ada missed communication antara ibu dan mbak rina, yang hampir aja memutuskan tali per-les-an kita. Untung nya, itu gak terjadi. Les pun berlanjut dengan manis meski dengan lubang lubang yang masih bisa ditambal. daaaaannn, berlangsung lah itu sampai….

Aku yang ilmu nya terus bertambah, aku yang kadang makin kurang ajar sama mbak rina, dan berbagai perubahan lain nya. Mbak rina pun demikian. Sekarang, gelar “Magister Sains” sudah diraih nya. Sang kak dar, sekarang sudah jadi mantan pacar nya (read : udah jadi suami XD), dan perut buncit sudah mulai mengisi hari hari nya, iyah, mb rina hamil!

Hari ini, Kamis, 14 desember 2010. Hari dimana aku mengakhiri tali per-les-an antara aku dan mbak rina. Mbak rina udah mau cuti melahirkan. Ibu juga memutuskan untuk gak pake pengganti. Ditutup dengan fisika dua sesi demi UAS ku esok hari. Tadi, sampe’ mbak rina pamitan, cipika cipiki, aku koq ya masih kayak gak nyadar, kalo ini pertemuan terahir kita *nangis.com*. Aku masuk kamar, dan.. aku baru menyadari bahwa setelah ini, aku harus melahap matematika dan fisika itu sendiri, tanpa mbak rina lagi. Awal nya sih biasa aja, gak sedih, bingung malah mau bahagia atau sedih., Tapi ternyata, pada akhir nya air mata itu tumpah. Rasa nya, aku gak siap mengarungi sisa SMA ku, dengan matematika dan fisika yang terkatung-katung dengan kemampuan ku sendiri, juga bergaul dengann LBB sesuai petunjuk ibu., yah, petunjuk yang emang udah gak bisa aku tolak lagi. Aku gak tau gimana kebiasaan belajar ku nanti apa masih rutin tiap senin-kamis latian soal matematika fisika meski sendiri. Ahh, entahlah.. kini, air mata itu semakin deras membasahi pipi ku.

Mbak Cantik sayang.., makasii yaa atas bantuan nya selama ini. Memang, hasil yang aku raih adalah jerih payah ku, tapi, itu juga atas bantuan mu mbak. Segala hal yang selama ini mengganjal persaudaraan kita, tolong dimaafin yaa.

yaa allah.. ijinkan aku tetap bisa melakukan yang terbaik demi mimpi-mimpi indah ku. Tanpa harus bergantung pada orang lain. yah! aku harus belajar mandiri..

Aku sayang kamu, mbak cantik! Semoga, meski tali per-les-an telah putus di antara kita, tapi, tali persaudaraan kita semakin kenceng.

With love, tya :)

 

- ARTI HIDUP - 10 Desember 2010

Filed under: Uncategorized — tya @ 8:16 am

Lagi asyik-asyik online, check email, eh adapet email bagus ini dari bapak tercintyong.. hehee..

okee., let’s share!

Seorang guru berdiri di depan kelas filsafat.

Saat kelas dimulai, dia mengambil toples kosong dan mengisi dengan batu.
Kemudian berkata kepada murid-muridnya, “apakah toples sudah penuh…… ?”

Mereka setuju !!!!

Kemudian dia menuangkan kerikil ke dalam toples, mengguncang dengan ringan. Kerikil mengisi tempat yang kosong di antara batu-batu.
Kemudian dia bertanya kepada murid-muridnya, “apakah toples sdh penuh…??”

Mereka setuju !!!

Selanjutnya dia menabur pasir ke dalam toples …
Tentu saja pasir mengisi celah-celah diantara semuanya.
Profesor sekali lagi bertanya, “apakah toples sdh penuh..??”

murid lagi lagi menjawab, “Yes…!!”


Kemudian dia menuangkan dua cangkir kopi ke dalam toples, dan secara efektif mengisi ruangan kosong di antara pasir. Para murid tertawa….


“Sekarang.. saya ingin kalian memahami bahwa toples ini mewakili kehidupanmu. ”


“Batu-batu mewakili hal yang penting; Tuhan, keluarga, anak-anak, kesehatan.
“Jika yg lain hilang dan hanya tinggal mereka, maka hidupmu msh tetap penuh.”
“Kerikil-kerikil adalah hal-hal lain; sepertii pekerjaanmu, rumah, mobil dan harta benda lainnya.”
“Sedangkan pasir adalah hal-hal kecil dan sepele lainnya.”
“Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dalam toples, maka tidak akan tersisa ruangan untuk kerikil maupun untuk batu-batu…
Hal yg sama akan terjadi dalam hidupmu.”
“Jika kalian menghabiskan energi utk hal-hal yang sepele dan tidak berarti,  maka kalian tidak akan mempunyai ruang utk hal-hal yang lebih besar dan penting dalam hidup kalian.”
“Jadi berilah perhatian utk hal-hal yang penting untuk kebahagiaanmu.”
“Bermainlah dengan anak-anakmu.”
“Luangkan waktu untuk check up kesehatan.”
“Berikan perhatian terlebih dahulu kepada batu-batu.
Hal-hal yang benar-benar penting. Atur prioritasmu. Baru kemudian urus kerikil-kerikil dan yang terakhir, pasirnya.”

Salah satu murid mengangkat tangan dan bertanya, “Kopi mewakili apa?
Profesor tersenyum, “Saya senang kamu bertanya.”
“Itu untuk menunjukkan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah sangat penuh, tetap ada selalu tersedia tempat untuk secangkir kopi bersama sahabat.” :)

ehm., kira kira seperti itulah isi nya..

sahabat ku,, kapan kita bisa ngopi bareng !? :)

 

Kami Bangga Koq, bu :) 24 Agustus 2010

Filed under: Uncategorized — tya @ 2:25 pm

Temands..

Sudah setahun lewat melalui masa masa indah SMA. Well, sekarang udah kelas sebalas cuy.. Udah punya’ adek, udah ada yang manggil, “mbak..” Tapi…, tak pikir pikir tuwir koq bangga ya?! haha :D biarlah.. nggeje dhewe :D :D

Sekarang, saya bergabung dalam rakyat sebelasipatiga, yang di-emak’i oleh ibu fisika, dengan kepala suku pakKetu yang nggeje pula. Semoga, semua yang berlalu di XIP3 ini terjalani dengan indahnya, bahkan lebih indah dari kelas sepuluh dulu. aamiin.

Oiaaa,, di sini, aku pisah sama sayangku, intan ‘tantun’ amalia. haha hehe hihi hoho huhu :) … Lucu lah,, punya temen bangku baru, punya temen baru, punya guru baru, ennnn tentu aja,, kudu punya kompak en semangat baru!! oke,,

Sebelasipatiga udah jalan hampir genap dua bulan. Udah mulai tau karakter temen temen en guru guru. Buat yang guru guru, wah wajib tuh ngerti, jadi salah satu cara dapet nilai apik. haha :D *ngayal banget*…

Okeh, aku pengen crita tentang perjalanan dua bulan.. Ada yang ngena’ di ati nih.. hehe :)

Okeh, aku setuju.. Sebelasipatiga emang kedapetan guru guru yang super duper disiplin, tapi sejujur nya gak ada apa apa nya seh sama di SPiLuqkim, yang kata ika’ sekolah professor itu.. Kalo’ predikat disiplin itu disandang guru guru, apalagi IPA, wuih cerita bin gosip nya bisa melenceng jauh ternyata..

IPA itu kan wajib belajar matem, fis, kim, bio. Jadi.. Wajar dong kalo’ dapet guru guru ipa yang disiplin, ngajar nya duuuuetilL banget, malah harus nya bersyukur.. yo gak?! yo gak?! Tapi,,,, ternyata oh ternyata.. yang terjadi justru bilang, “hadoh, ibu’ iki lho cek guuualak e?!” Di tambah lagi ada sesama guru yang jadi provokator,, manas manasin gitu, biar kita takut sama guru yang dimaksud mungkin ya,, trus nyayang bu’ b.indo itu.. Katanya,”kalian jangan macem macem sama bu xxx >nama disamarkan<, gak mungkin ada yang dapet 100 kalo’ ulangannya, dapet 80 aja udah syukur syukur” … Waduw waduw.. Tambah berabe di kelas gosip nya,, hahaha :D

Hari ini tadi, udah selese ulangan harian bersama. Ada beberapa mapel yang udah keluar nilainya, ples udah remidi. Wew, alhamdulillah.. Lulus kkm lah yang udah dibagiin, moga yang lain hasilnya sama baiknya, bahkan lebih baik lagi..

Ada temen tanya,”ty, dapet brapa?” ya tak jawab, “alhamdulillah lulus” Alhamdulillah dia nya juga lulus. Akhirnya, dia bilang, “wong guru baeg gini koq ya dibenci, kan ya gak galak seh ty!?”

Iya emang, kawands.. Tiap orang punya pendapat masing masing. Tapi betapa tidak bijak nya, ketika kita harus ikut mencemooh bahkan membenci guru karena alasan ke-disiplin-an nya.

So, “Kami Bangga Koq, bu :)” Meski ungkapan itu mungkin akan keluar dengan tulus setelah kita lulus kelak nanti. Ibu, kami bangga akan kedisiplinan yang diajarkan. Semoga, itu berguna bagi kami kelak nanti.. aamiin :)

 

Ketika Kebenaran itu (terlihat) Menyimpang 22 Mei 2010

Filed under: Uncategorized — tya @ 5:28 pm

Hari ini, tepat di penghujung pekan. Hari Sabtu tepatnya, waktu untuk kembali berkumpul dengan kawan2 untuk jalan bareng ngerjakan tugas kelompok yang gak ketulungan banyaknya.

Kebetulan rumah (ortu)ku kebagian jadi wadah anak2 SMA ini ngerjain tugasnya. Lumayan banyak, latihan pola lantai buat nari yang gak kelar2, ngerjakan powerpoint kimia yang belum pernah di awali.

Jam 9 kita ber6 janjian ngumpul. Alhamdulillah pada on-time semua. Tapi ada yang mengganjal buat aku. Seorang teman cewek diantar teman ikhwan pacarnya. Awalnya, aku cuman mikir, ‘oh, dianter, okelah gapapa’. Eh, ternyata..oh..ternyata.. si cow itu ikutan masuk rumah, ikutan duduk, plus ikutan nimbrung ngobrol. Gak mungkin dong aku ngusir. Okelah tak biarin.

Sampai jam12, aku berusaha untuk tetap comfort, padahal ini di rumah sendiri. Akhirnya, bakpak, ibu, n adik2 dateng. Aku sadar, ada kerut-kerut wajah kaget di antara mereka. Aku memang belum pernah bawa teman cow dateng ke rumah, apalagi ini 1 cow di antara 6 cew. Kalau-pun harus ada, aku pasti (insya Allah) bilang dulu ke ortu. Tapi, ini beda! Aku mulai menjelaskan ke ibu, apa yang telah terjadi. (dan untungnya) Beliau mau mengerti.

Sepasang muda-mudi yang tak jelas hubungannya itu mulai terlihat bertengkar di depanku, yang akhirnya, membuat si cew jadi gak fokus latihan. Bertengkar dan terus bertengkar. Entah mereka sengaja atau enggak, yang jelas itu nampak sekali oleh mata kepalaku. Aku bosan. Aku marah. Rasanya, kurang ridho, ini rumah dipake tempat orang pacaran berantem.

Pada titik akhir, mereka pamit pulang, dan ternyata (lagi) gak direstui ibu gara2 belum makan. Aku bingung harus bagaimana. Aku coba cerita ke teman yang ku tahu mereka peduli akan hal-hal simple jauh dari syar’i seperti ini. Alhamdulillah, aku bisa mulai lebih tenang.

Setelah makan bareng, berlatih sekali lagi, mereka akhirnya pulang. Aku menitipkan sedikit pesan yang (aku tahu) itu -lumayan- menusuk. Di saat mereka berdua sampai di depan pagar, kebetulan hanya aku yang mengantar keluar. Teman2 lain hanya ‘say good bye’ dari balik jendela ruang tamu. Aku katakan titipan pesan itu ke mereka, “Teman, maaf ya. Aku menghormati keputusan kalian untuk pacaran. Tapi tolong juga hormati prinsip ku dan juga keluargaku. Kita serumah ada perjanjian gak tertulis, bahwa ‘tabu bawa cow bukan muhrim ke rumah tanpa ijin dan tujuan yang jelas’. Lain kali, kalau emang mau ditungguin cow mu ya bilang dulu. Jadi, aku n yang di rumah gak kaget. Atau kalau kamu maksa ditungguin dia, bilang dari kemarin, biar gak usah kerja kelompok di rumahku. Aku gak pengen omongan ku ini jadi sebab pertengkaran di antara kalian. Udahlah, met pulang. Ati-ati di jalan!” Kurang lebih, seperti itulah isi titipannya..

- – - – -

Sebenarnya, aku juga tidak terlalu mempermasalahkan kehadiran mereka. Tapi, aku tahu, itu bukanlah pemandangan yang wajar di rumah, juga bukan hal yang layak untuk dibenarkan. Entahlah, apa yang terjadi pada mereka setelah ku sampaikan titipan itu, aku tak mau tahu.

Inilah yang aku sadari… Ketika aku diminta untuk mengerti akan keadaan di dunia, termasuk segudang kehancurannya. Aku (dan kita semua) dipaksa untuk banyak memberikan toleransi kepada segala bentuk kebathilan, entah dalam ukuran ringan atau berat. Tetapi, ketika kita hendak menegakkan syari’at Islam yang lurus, malah dianggap berperilaku menyimpang.

Kapan Islam akan berjaya, dan kebenaran akan tegak berdiri tanpa takut terkoyak angin-angin kebathilan??????

Yaa Allah,
Tunjukkanlah pada kami, bahwa yang benar itu adalah benar,
dan berilah kekuatan untuk melakukannya.
Serta tunjukkanlah kami, bahwa yang salah itu adalah salah,
dan berikanlah kekuatan untuk menjauhinya.
Aamiin
 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.