Hidup itu Indah

keindahan dalam sebuah pembelajaran dengan ilmu, iman, dan cinta

Lho, Bu Guru, Gengsi nya Turunin dong.. 6 Mei 2011

Filed under: Uncategorized — tya @ 3:16 pm

Wah, baru update lagi nih. Ternyata untuk selalu update gak gampang yaa, harus ada niat!

Oke, check my teacher aja yaa..

Jadi gini.. Hari Jum’at yang lalu, tanggal 29April Raport sisipan di SMAN 1* dibagikan. Sudah jadi rahasia umum, bahwa, nilai nya tidak dapat dipahami oleh sistem komputer manapun. Contoh nya, jika SKM (Standar Ketuntasan Minimal) nya75,  nilai 15=75, 25=75, 60=75. Sedangkan nilai 100 (sempurna) yang didapat dilarang ditulis 100 di raport, jadi 9sekian.

Nah, ada seorang teman yang *sepertinya* baru pertama kali dapet nilai UTS math di atas SKM, 80 lah kira-kira. Tapi, nilai Ulangan Harian sebelum nya selalu di bawah 50. Si Teman protes keras ke Walas, karena nilai UTS math nya ditulis 75. Nah, nilai sebelum nya yang ‘diangkat’ jadi 75 tidak disampaikan. Tidak adil bukan?!

Guru math lalu kena protes dari Walas. Merasa harga diri nya jatuh, Beliau akhir nya membahas dengan bumbu marah di kelas saat jam math. Well, dibahas sih gak masalah. Tapi, kata-kata yang digunakan nya itu, wah koq gak kayk guru yang udah ngajar 32 tahun yaa..

Di kelas, beliau berkata, “Selama 32tahun saya ngajar di sini, ini pertama kali nya saya diprotes nilai sama murid. Ini akan sangat membekas di hati saya karena saya merasa dijatuhkan harga diri ini.” Lalu, secara pribadi, beliau sempat berkata,”Iya kalau bu —— (nama walas saya) manggil waktu kantor sepi. Lha itu Senin pagi, kantor ramai, Dia manggil teriak. Kan ya malu saya”

Dari komentar nya itu, koq saya merasa Guru satu ini gengsi nya tinggiii sekali yaa. Waduh, Bu Guru.. Sudahlah.. Ini memang akan menjadi pembelajaran kami, agar berpikir sebelum berkata. Tapi, bukakah ibu juga bisa mengambil hikmah dibalik kejadian ini (yang katanya pertama kali)..

Ibu, ati ati lhoo.. Jika suatu saat ada murid nya sukses, tapi tidak mengakui ibu sebagai guru nya, gimana? Menyakitkan. bukan? Kadang, meski kami sekolah di Sekolah Negeri (= Sekolah Gratis), kami juga mengharap ada sosok guru yang menjelma menjadi orang tua kami, kami nyaman bersama beliau. Itukah Ibu Math? Yaa, semoga sajaa..

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.