Hidup itu Indah

keindahan dalam sebuah pembelajaran dengan ilmu, iman, dan cinta

Apa Kabar Pendidikan Indonesia?? 28 Februari 2011

Filed under: Uncategorized — tya @ 9:32 am

Menikmati pendidikan yang baru sebentar di Indonesia terasa sangat miris. Penilaian berorientasi hasil, bukan proses. Pembinaan mengabaikan EQ dan SQ. Isinya hafalan, cara cepat membabat soal, dan “ilmu” yang ketika diingat malah makin membuat lupa — tanpa penekanan soal pemikiran kritis dan pembentukan sikap mental positif. Trilogi dasar aspek pendidikan (sengaja?) diabaikan.

Di Indonesia, kualitas guru di Indonesia juga masih (maaf) memprihatinkan. Lulusan sekolah menengah yang jempolan biasanya lari ke tempat yang mentereng: Ilmu Kedokteran, Teknik, Informatika, dan sebagainya. Praktis, mereka yang masuk Ilmu Pendidikan adalah “sisa” yang gagal bersaing masuk ke jurusan elit.

Contoh lain adalah UAN yang baru saja lewat beberapa waktu lalu. Sesuai PP 19/2005, UAN adalah indikator kelulusan. Namun banyak yang menilai UAN tak bermanfaat karena hanya mengkondisikan penyelewengan — demi anak didik dan sekolah terangkat citranya. Guru, kepala sekolah, dan bahkan pejabat daerah terlibat jadi tim sukses. Batas terendah ditetapkan, tapi sarana, prasarana, dan sumberdaya belum terkondisikan. Begitu hasil jeblok, segala cara agar murid lulus, bukan dengan introspeksi. We want to look good, but didn’t want to be really good.

Sebagian menyayangkan jerih payah tiga tahun hanya ditentukan dalam empat hari. Banyak murid cerdas diterima SPMB, tapi gagal dalam UAN. Murid cerdas justru terbebani mentalnya. Apalagi, andaikata tak lulus, mereka musti mengulang Paket C yang sudah pasti hengkang dari SMA Negeri. Dorongan belajar pada akhirnya justru sulit dibangkitkan dan hasil maksimal mustahil diperoleh.

Di sisi lain, kualitas pendidikan memang sedemikian rendahnya. Dengan batas “aman” yang cukup rendah dibanding negara tetangga, masih banyak juga yang tidak lulus. Ketika ada wacana untuk menaikkan standar, protes di sana-sini. Apalagi permintaan masyarakat menghapus UAN. Hujan protes dari berbagai LBB langsung membanjiri pemerintah.

Yang jelas, jika KBK/KTSP diterapkan, semua harus konsisten. Evaluasi harus berdasarkan proses. UAN tak perlu dipaksakan sebagai penentu kelulusan. Tapi sejauh mana kesiapan kita (terutama di daerah) untuk menerapkannya? Itu PR kita bersama.

Jadi,

Asumsikan 1 persen dari jumlah warga negara adalah jenius, maka “seharusnya” ada banyak sekali manusia berbakat di Indonesia. Masalahnya, bagaimana menemukan mereka, mengasah mereka, memberi mereka kesempatan, supaya mereka bisa mengembangkan potensinya. Indonesia bagus di fisika dan matematika. Indonesia juga jagoan badminton. Ada juga Crhisjon yang jago tinju. Ada juga anak pedagang rokok yang meraih juara dunia caturrepublika.co.id. Ada juga yang bisa menemukan ion motion control di elektrolitsciencedaily.com. Patut disayangkan mengapa pemerintah masih cuek dan belum piawai dalam mengasah intan ini.

Pendidikan informal (dalam hal ini keluarga) masih jadi unsur terpenting untuk membentuk pribadi yang unggulan selama pemerintah belum mampu membangun sistem pendidikan yang benar-benar mumpuni. Keluarga jugalah yang jadi benteng melawan budaya instan dan pengaruh negatif lingkungan. Dan sepertinya, murid-murid SMP-SMA tak seburuk yang ditulis di media. Pengaruh 18.00-21.00 yang jauh lebih kuat daripada masa studi 7.00-13.00 juga jadi salah satu faktor yang mendistorsi kualitas mereka sebenarnya. Wajar kalau di Finlandia, sewaktu istirahat para guru dan muridnya bermain LEGO robotic. Sementara di Indonesia, murid-murid lebih suka ngerokok, pacaran, atau tawuran sewaktu istirahat. Pada akhirnya, Finlandia yang merupakan negeri yang paling tidak korup bisa menyandang predikat “Pendidikan Terbaik di Dunia”. Bukan Amerika dengan adidaya dan adikuasanya, bukan pula Harvard, juga bukan Inggris. Bagaimana dengan Indonesia??

 

2 Responses to “Apa Kabar Pendidikan Indonesia??”

  1. Izza Berkata

    siip. mantep.

    tulisanmu dewe bugh?

    btw, standard kelulusan malaysia : 40%
    ga tinggi tinggi amat kan?
    masih hampir sama kayak di Indonesia, lebih rendah malahan.

  2. tya Berkata

    hehe, itu nemu file pas msh di spi wa.. hasil baca baca survey nya orang


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.