Hidup itu Indah

keindahan dalam sebuah pembelajaran dengan ilmu, iman, dan cinta

mbak Cantik Sayang., 15 Desember 2010

Filed under: Uncategorized — tya @ 4:25 pm

note ini aku persembahkan khusus buat mbak rina, mbak yang udah nemenin aku belajar dari kelas 2 SMP, read : 7 semester.

Okey, pertemuan kami diawali ketika guru les ku sebelum nya mundur, alasan nya sakit. Aku bingung, akhirnya aku minta salah satu guru sekolah dicarikan guru les… daannn, sang guru itu memberikan advice ke mbak rina ini. Tralala trilili.., les pun dimulai.

Waktu itu, mbak rina udah mau mulai S-2, belum nikah, masih nge-kos di kos kosan keputih indah. hahaa XD

Fisika (yang emang bidang nya), matematika, dan kimia kita lahap bersama. Ke-genius-an nya memaksa saya untuk terus berlatih., dan saya tau hasil nya ruar biasa! Bersama nya, marah iya, nangis iya, ketawa iya, nggosip iya, apa aja deh iya.. hahaa hihii hohoo.. Emang gak cuman bahagia, tiga setengah tahun itu bukan waktu yang pendek. Sudah banyak perubahan perubahan dari aku dan mbak rina yang kita maklumi bersama.

Pernah kejadian, ada missed communication antara ibu dan mbak rina, yang hampir aja memutuskan tali per-les-an kita. Untung nya, itu gak terjadi. Les pun berlanjut dengan manis meski dengan lubang lubang yang masih bisa ditambal. daaaaannn, berlangsung lah itu sampai….

Aku yang ilmu nya terus bertambah, aku yang kadang makin kurang ajar sama mbak rina, dan berbagai perubahan lain nya. Mbak rina pun demikian. Sekarang, gelar “Magister Sains” sudah diraih nya. Sang kak dar, sekarang sudah jadi mantan pacar nya (read : udah jadi suami XD), dan perut buncit sudah mulai mengisi hari hari nya, iyah, mb rina hamil!

Hari ini, Kamis, 14 desember 2010. Hari dimana aku mengakhiri tali per-les-an antara aku dan mbak rina. Mbak rina udah mau cuti melahirkan. Ibu juga memutuskan untuk gak pake pengganti. Ditutup dengan fisika dua sesi demi UAS ku esok hari. Tadi, sampe’ mbak rina pamitan, cipika cipiki, aku koq ya masih kayak gak nyadar, kalo ini pertemuan terahir kita *nangis.com*. Aku masuk kamar, dan.. aku baru menyadari bahwa setelah ini, aku harus melahap matematika dan fisika itu sendiri, tanpa mbak rina lagi. Awal nya sih biasa aja, gak sedih, bingung malah mau bahagia atau sedih., Tapi ternyata, pada akhir nya air mata itu tumpah. Rasa nya, aku gak siap mengarungi sisa SMA ku, dengan matematika dan fisika yang terkatung-katung dengan kemampuan ku sendiri, juga bergaul dengann LBB sesuai petunjuk ibu., yah, petunjuk yang emang udah gak bisa aku tolak lagi. Aku gak tau gimana kebiasaan belajar ku nanti apa masih rutin tiap senin-kamis latian soal matematika fisika meski sendiri. Ahh, entahlah.. kini, air mata itu semakin deras membasahi pipi ku.

Mbak Cantik sayang.., makasii yaa atas bantuan nya selama ini. Memang, hasil yang aku raih adalah jerih payah ku, tapi, itu juga atas bantuan mu mbak. Segala hal yang selama ini mengganjal persaudaraan kita, tolong dimaafin yaa.

yaa allah.. ijinkan aku tetap bisa melakukan yang terbaik demi mimpi-mimpi indah ku. Tanpa harus bergantung pada orang lain. yah! aku harus belajar mandiri..

Aku sayang kamu, mbak cantik! Semoga, meski tali per-les-an telah putus di antara kita, tapi, tali persaudaraan kita semakin kenceng.

With love, tya :)

 

- ARTI HIDUP - 10 Desember 2010

Filed under: Uncategorized — tya @ 8:16 am

Lagi asyik-asyik online, check email, eh adapet email bagus ini dari bapak tercintyong.. hehee..

okee., let’s share!

Seorang guru berdiri di depan kelas filsafat.

Saat kelas dimulai, dia mengambil toples kosong dan mengisi dengan batu.
Kemudian berkata kepada murid-muridnya, “apakah toples sudah penuh…… ?”

Mereka setuju !!!!

Kemudian dia menuangkan kerikil ke dalam toples, mengguncang dengan ringan. Kerikil mengisi tempat yang kosong di antara batu-batu.
Kemudian dia bertanya kepada murid-muridnya, “apakah toples sdh penuh…??”

Mereka setuju !!!

Selanjutnya dia menabur pasir ke dalam toples …
Tentu saja pasir mengisi celah-celah diantara semuanya.
Profesor sekali lagi bertanya, “apakah toples sdh penuh..??”

murid lagi lagi menjawab, “Yes…!!”


Kemudian dia menuangkan dua cangkir kopi ke dalam toples, dan secara efektif mengisi ruangan kosong di antara pasir. Para murid tertawa….


“Sekarang.. saya ingin kalian memahami bahwa toples ini mewakili kehidupanmu. ”


“Batu-batu mewakili hal yang penting; Tuhan, keluarga, anak-anak, kesehatan.
“Jika yg lain hilang dan hanya tinggal mereka, maka hidupmu msh tetap penuh.”
“Kerikil-kerikil adalah hal-hal lain; sepertii pekerjaanmu, rumah, mobil dan harta benda lainnya.”
“Sedangkan pasir adalah hal-hal kecil dan sepele lainnya.”
“Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dalam toples, maka tidak akan tersisa ruangan untuk kerikil maupun untuk batu-batu…
Hal yg sama akan terjadi dalam hidupmu.”
“Jika kalian menghabiskan energi utk hal-hal yang sepele dan tidak berarti,  maka kalian tidak akan mempunyai ruang utk hal-hal yang lebih besar dan penting dalam hidup kalian.”
“Jadi berilah perhatian utk hal-hal yang penting untuk kebahagiaanmu.”
“Bermainlah dengan anak-anakmu.”
“Luangkan waktu untuk check up kesehatan.”
“Berikan perhatian terlebih dahulu kepada batu-batu.
Hal-hal yang benar-benar penting. Atur prioritasmu. Baru kemudian urus kerikil-kerikil dan yang terakhir, pasirnya.”

Salah satu murid mengangkat tangan dan bertanya, “Kopi mewakili apa?
Profesor tersenyum, “Saya senang kamu bertanya.”
“Itu untuk menunjukkan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah sangat penuh, tetap ada selalu tersedia tempat untuk secangkir kopi bersama sahabat.” :)

ehm., kira kira seperti itulah isi nya..

sahabat ku,, kapan kita bisa ngopi bareng !? :)

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.