Hidup itu Indah

keindahan dalam sebuah pembelajaran dengan ilmu, iman, dan cinta

Belajar Terima Kenyataan yang Ada 6 November 2009

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — tya @ 4:37 pm

Hari ini, penerimaan raport sisipan pertama-ku di SMA. Yaa ALLAH, ketika kuharapkan yang terbaik datang dari-Mu. Memang, mungkin ini semua adalah yang terbaik dari-Nya tapi jalannya sangat amat berliku-liku untukku..

Ku ingat bagaimana hasil-hasil ulangan harian ku juga setumpuk tugas. Hasilnya? Yach, alhamdulillah lolos standar minimal. Tapi juga ada yang kurang memuaskan. Aku juga merasa cukup mampu untuk mengikuti materi di kelas. Aku juga merasa enjoy dengan pelajarannya, dengan bekal belajar mandiri plus les privat.

Mungkin ALLAH berkehendak lain..

Siang tadi, kelasku yang sumpek bin kotor dipakai para ortu ambil raport anak-anaknya. Waktu bapak selesai ambil, di gerbang depan sekolah dicegat salah satu wali murid dengan todongan raport ku. Seumur-umur aku sekolah, yang namanya raport adalah suatu hal yang sifatnya pribadi. Hanya orang tua, murid, dan guru yang tahu. Bukan sesama teman atau bahkan sesama wali murid.

Awalnya aku sedikit bahagia dengan nilai sikap yang ku rasa ‘koq jauh banget ya!’. Malam ini, jadwal les privat ku. Aku tunjukkan raport biru muda itu. Lalu.. Sang guru langsung manyun dan diam seribu bahasa. Ya, ini memang pasti terjadi. Karena beliau mengerti bagaimana keseharianku di sekolah dan pastinya hasil-hasil penilaian bidang studi MIPA.

Nilai di raport yang aku terima memang jauh dari hasil keseharianku. Menyenangkan jika nilai yang semestinya 70 tertulis 90 (note:raport ditulis tangan yang jika terdapat kesalahan penulisan dilarang dihapus-dengan cara apapun). Tapi yang aku dapatkan.. 93 jadi 78. Menyedihkan, menyebalkan, mengecewakan >,<

Kalau aku harus ber-positive thinking ria. Mungkin aku bisa menyangka bahwa ini adalah nilai rata-rata. Atau ini semua terserah gurunya, misal, pakai nilai tertinggi dari penilaian yang didapat. Tapi aku juga masih bisa negatif thinking, apakah gurunya ‘ngaji’-ngarang biji?

Ahh, so what lah mau gimana. Tapi aku butuh kejelasan atas semua ini. Kejelasan atas cara penilaiannya. Kejelasan atas nilai-nilai yang dituliskandi raport. Raport memang tak kan dapat diubah. Tak akan dapat dihapus. Tapi paling tidak ada kepuasan tersendiri yang aku rasakan. Bukan hanya menyenangkan guru dan ortu saja..

Chayoo, Ty!! D show must go on..

 

Sekolah, Sebuah Keharusankah??? 10 Oktober 2009

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — tya @ 1:17 pm

Baru dua bulan ini aku harus adaptasi dengan dunia sekolah yang baru. Serba baru, dengan perbedaan besar sekali dengan dunia ku sebelumnya. Segala ritme belajar harus ku telan mentah-mentah tanpa kompromi. Disuapi setumpuk tugas, PR, dan ulangan harian yang tiada habisnya. Sepertinya, kami – para siswa ini tidak dapat belajar dengan caranya masing-masing. Dibimbing dan terus dituntun. Kami bagai sekumpulan bebek yang terus digiring oleh para guru untuk mencapai satu target, KELULUSAN!

Lama susah untuk ku memendam semua rasa akan hal ini. Bosan, muak, frustasi. Akhir-akhir ini aku menjadi makin ‘gila’ akan segala tugas makin aneh yang diberikan. Sampai pada satu titik, aku pengen cuti sekolah! Terkesan berlebihan memang. Mungkin, aku hanya belum terbiasa dengan ritme belajar yang aneh bagi ku ini. Ahh, tapi itulah yang terjadi..

Kemarin, tepatnya hari Jum’at, 9 Oktober 2009. Sama seperti Jum’at sebelumnya. Kegiatan ekstrakulikuler tetap diadakan. Tapi, niat nakal (dikit) merasuki pikiran ku. ‘’Mbolos ah! Bosen ikut KIR! Mana gurunya gak enak pisan..” Dan dengan setulus hati bin tekad yang bulat aku bolos dari ekskul membosankan itu. Aku bergabung di BTAQ (baca tulis Al-Qur‘an – lebih tepatnya baca tulis sms). “Mumpung pembinanya ijin gak bisa hadir”, pikirku. Berlanjut dengan kegiatan keputrian, kajian rutin Kerohanian Islam. Dalam kajian ini, ada satu pertanyaan yang terpendam sampai sekarang, “Sekolah ku sekarang, sebuah keberuntungan atau cobaan??”

Entahlah apa yang aku pikirkan saat itu. Aku merasa belum mendapatkan realitas dari tujuan sekolah ku saat ini. Katanya, sekolah untuk menimba ilmu alias belajar. Bagiku, belajar tidak harus di sekolah formal. Bahkan ilmu yang kita dapatkan di sekolah seperti ini belum tentu terpakai dalam kehidupan yang akan dilalui. Hanyalah secuil saja yang kita pelajari di sana sebagai bekal kehidupan. Mungkin, pertanyaan “Sekolah, sebuah keharusankah???” patut dijawab dengan kata, YA!!! Karena sekolah bisa dimana saja, kepada siapapun, dan tidak terikat oleh waktu.

Mari sekolah dengan alam. Sekolah di Universitas Kehidupan dengan siapapun bisa menjadi dosennya. Banyak hal-hal tak terduga yang aku dapat dari para dosen itu. Mereka adalah para penjual batagor dan minuman dingin yang nongkrong di depan sekolah. Kadang, aku cukup tertegun dengan yang beliau-beliau katakan. Yach, paling tidak aku telah menambah daftar dosenku di sekolah yang indah ini.

Hopefully, I can do the best for my choice, studying at government school..

 

Opini itu Layaknya Kambing 3 Oktober 2009

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — tya @ 5:09 pm

Kawan.. first, maafkan aq gak nglanjutin perjalanan libur lebaran. Scara ini udah masuk sekolah dengan sangat normal. Mulai dari pe’er mpe ulangan. Penuh banget. Aq cuman pngen bagi2 yg laen aj..

Kembali ke judul, Opini itu Layaknya Kambing

Beberapa hari yang lalu akhirnya seorang Delftya Enhaperdhani menjawab panggilan teman2 untuk bergabung di dunia facebook. Iseng banget bikinnya. Status pun juga bikin yang guyon thok, full of mbujug. Di situ aq bilang, intinya sekarang lagi back street. Wahh, ya jelas aja langsung hueboh! Seorang Tya kecantol ma cow. Impossimble, katanya. Berbagai gosip berhembus. Sampai sekarang aq belum juga bongkar peti kalau semua itu guyon thok. Tak sudilah aq, membiarkan diri ini sampai pada tombak back street.

Nah, dari situlah aq percaya. Opini publik itu digiring oleh media. Benar-benar persis seperti kambing. Tak perlulah aq membahas ini sampai penggerebekan teroris di negara tercinta. Cukup dengan status nyeleneh di paguyuban jama’ah fisbukiyah. Satu orang bilang, “A” yang lain mengikuti. Mbebek.

Kawanku, disamakan dengan kambing atau bebek itu menyakitkan. Ya, aq sadar. Tapi penyakit itu sudah mendarah daging di bangsa ini. Memang tidak seluruh opini itu digiring media. Masih ada opini yang lebih layak dari oknum-oknom tertentu. Juga tidak semuanya “mbebek”. Masih banyak orang yang mau konfirmasi akan segala kebenaran yang ada. Tapi, itu semua hanya secuil kelompok masyarakat dari 200juta bangsa Indonesia ini. Pada kemana nih yang lain????

Untuk itu, bukan saya mengharap kawan2 tidak percaya akan media. Tapi, ayolah kita hidup dengan mendengarkan berbagai opini, tidak satu suara saja. Lalu menyimpulkan apa yang terjadi. Hiduplah sebagai seorang (namamu) yang selalu menginspirasi dunia. Semua itu dapat dilakukan dengan tidak mbebek! Mau mbebek kemana lagi? Biarkanlah hanya bebek yang ‘mbebek’. Kita, sebagai makhluk paling mulia, muliakanlah diri sendiri. Pantaskan diri sebagai pribadi yang paling mulia!

Love you full,

May Allah bless us..

 

Kapan ku Tinggalkan Hiruk Pikuk ini? 14 September 2009

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — tya @ 5:55 pm

Malam berlalu dengan angin yang sepo-sepoi. Tatkala para aktifis SKI (yang aktif) sibuk berbenah seusai penutupan rangkaian Ramadhan Thoyyibah. Canda serta gelak tawa yang mengiringinya. Termasuk cerita2 mengenai kegiatan liburan kelak. Ya hari itu, Jum’at 11 September 2009, pukul 21.00. Saat-saat terakhir tatkala aku berada di sekolah sebelum libur panjang menghampiri.

Dari cerita itu, banyak kawan-kawanku yang akan keluar kota. Bahkan keluar pulau. Ada pula yang keesokan harinya langsung berangkat. Tapi, tetap ada yang akan menjadi “satpam Surabaya”. Yup, gak mudik, kawan! Sama dengan yang terjadi padaku 2 tahun belakangan ini. Aku hanya bersatu dengan kesepian Surabaya. Tanpa kupat sayur atau opor ayam, yang biasa menjadi pelengkap lebaran. 2 tahun dalam kesepian Surabaya. Suatu hal yang sangat mustahil kecuali momen ‘mudik’ lebaran.

Teman-temanku itu, cukup mewakili Indonesia dari Sabang sampai Merauke (berlebihan puol!). Ada yang mudik ke Medan, Palembang, Pontianak, Banjarmasin, sampai Bima bahkan Makassar. Hari ini, mereka sudah berada di ‘kampung’nya masing-masing.

Kemarin sore, di saat aku dengan enjoy bantu ibu bikin kue kering. Nada handphone-ku berbunyi. Pertanda ada pesan singkat yang masuk. Ternyata pesan itu datang dari seorang sahabat yang baru saja sampai di Pontianak, kampung halamannya. Setelah menempuh perjalanan dengan kapal laut sejak 3 hari yang lalu. Terlihat begitu leganya, nyamaaaan sekali. Enak nian. Masih seminggu lagi lebaran udah pulang kampung! (sorry, bolak balik sms gak tak bales. krisis pulsa nih.. :q)

Hanya segelintir kawan yang masih setia dengan Surabaya tercinta. Sayangnya, hari ini belum masuk pekan cuti bersama. Jadi, Surabaya masih tetap macet, tetap ramai. Belum terlihat perbedaan yang berarti. Tunggu ketika tanggal 19/09 telah datang. Mungkin, Surabaya sudah seperti kota baru yang belum banyak transmigran di dalamnya. Benar2 sepi. Jalanan yang rajin macet setiap harinya langsung lengang. Surabaya ibaratkan kota mati.

Kawan-kawanku yang sudah pergi itu, aku iri!!! Kapan ku tinggalkan hiruk pikuk Surabaya ini? Ku ingin kembali pada nuansa pedesaan yang (2tahun lalu) sinyal flexy masih sangat amat jelek – bahkan hanya sinyal mentari itupun gak penuh (parah!), listrik mati setelah pukul 8 malam – jangan harap bisa OL tiap malam, kebun yang luas, hawa yang sejuk, diiringi suara gemericik air dari mata air kecil belakang rumah. Apalagi ketika besok lebaran datang, artinya malam ini waktunya takbiran. Anak2 kecil desa itu keliling dengan menumpang truk besar dengan menggemakan pujian2 kepada Allah Ta’ala. Aku kangen semua itu!

Berulang kali ku tanyakan, “Kapan sih kita ke eyangnya?” Jawabannya masih tetap belum berubah. “Bapakmu belum libur ndhuk! Kerjaannya masih banyak” Uhh, tak adakah sedikit waktu (seminggu maksudnya!) bagi kami, anak2nya, berlibur di suasana pedesaan lereng Gunung Wilis sana? Tadi pagi, pertanyaan itu kembali muncul dari bibirku. Jawaban ibu sudah berbeda, ada secercah harapan. “Kita rencananya berangkat tanggal 19 terus tanggal 21 sudah mbalik sini lagi” Diyeng… 2 tahun gak ke sana, eh ini cuman 3hari 2malem. Ahh, okelah! Aku anak, situ ibu, sana bapak. Baiklah, dan Tya pun siap mengalah (kembali)….

 

hidup itu… 3 September 2009

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — tya @ 3:57 pm
Katanya, hidup itu seperti roda yang berputar
Roda kehidupan yang selalu berputar, tak kan pernah terhenti
Terus maju, dan maju
Layaknya bumi yang selalu ber-rotasi dan ber-revolusi
- – - – - -
Hakekat hidup itu adalah sebuah perjuangan
Berjuang untuk menegakkan suatu kebenaran,
suatu cita-cita mulia
demi sebuah makna syahadatain pada ALLAH Yang Esa.
Hidup dan mati untuk memperjuangkan ”ad-Dinul Islam”
Bukan yang lain 
 - – - – - -
Hidup layaknya sebuah drama, sebuah sandiwara
Tiada awal dan tiada akhir
Akan terus bergulir, menuju tahap-tahap kehidupan selanjutnya
Hidup itu perlombaan, hidup itu kompetisi
Berlomba dalam meraih pahala menuju surga-Nya
Hidup itu mengabdi, hidup itu menghamba
Berserah diri!!
- – - – - -
Manusia hanyalah pemain dalam drama akbar berupa kehidupan
dengan panggung begitu luasnya
dengan sutradara Yang Maha Agung
sebuah hadiah dari Sang Sutradara berupa surga
diberikan hanya (!) pada pemain terbaik.
- – - – -
Telah ada skenario panjang untuk tiap-tiap insan
Skenario yang berbeda untuk setiap makhluk
Alur cerita yang sangat indah, tak tertandingi
Penuh berbagai tantangan dan sejuta kejutan
- – - – - -
Tersadar bahwa hidup ini perlu pertanggung-jawaban
bertanggung jawab terhadap segala gerak-gerikku sebagai pemain
Aku harus berani melakukannya
di pengadilan Maha Tinggi dengan ALLAH sebagai hakim Yang Paling Adil
Di sini, saat ini, aku juga harus melakukannya
terhadap sesama pemain di panggung dunia
- – - – - -
Drama yang dimainkan bukan untuk para pengecut
Bukan pula untuk para pecundang
Karena drama ini penuh tantangan dan terus dimainkan
Hanya seorang pengecut yang ‘kan menyesali skenario kemarin
Hanya seorang pecundang yang menginginkan mundurnya jarum jam
Bangunlah!! Doraemon hanya kartun belaka!!!
- – - – - –
Jika kau, para pemain drama kehidupan
Bangga akan indahnya skenario dari Sang Sutradara,
jangan pernah menyesali drama kemarin,
jangan pernah berharap Doraemon menjadi nyata
Karena drama hari ini,
adalah ’sebuah kesadaran’ dari drama sebelumnya
- – - – - –
Kawan-kawanku, sesama pemain drama yang indah ini
Lakukanlah yang terbaik
sebagai wujud syukur kepada Ilahi Rabbi,
sebagai wujud penghambaan terhadap Sang Khaliq.
- – - – - –
Bismillahi ar-rahmaani ar-rahiim,
Ku langkahkan kaki untuk menjadi pemain dambaan surga-Nya
Aamiin..
- – - – - –
Have a nice day, Friends
May ALLAH bless you, aamiin
 

Aku tak Selalu Mendapatkan Apa yang ku Minta 29 Agustus 2009

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — tya @ 3:16 pm
Ketika ku mohon pada Allah kekuatan,
Allah memberiku kesulitan, agar aku menjadi kuat.
Ketika ku mohon pada Allah kebijaksanaan,
Allah memberiku masalah, untuk ku pecahkan.
Ketika ku mohon pada Allah kesejahteraan,
Allah memberiku akal pikiran, untuk berpikir.
Ketika ku mohon pada Allah keberanian,
Allah memberiku kondisi bahaya, untuk ku atasi.
Ketika ku mohon pada Allah cinta,
Allah memberiku orang-orang bermasalah.
Ketika ku mohon pada Allah bantuan,
Allah memberiku kesempatan.
Aku tak selalu mendapatkan apa yang ku minta,
tetapi ku menerima segala yang aku butuhkan.

AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI, OLEH KARENA ITU AKU SELALU MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN.
 
Kata-Kata Diatas merupakan wujud syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.
 
Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur:
 
Pertama : Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki.
Katakanlah anda telah memiliki sebuah rumah,kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik. Tapi anda masih merasa kurang. Pikiran anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah,mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi ‘KAYA’ dalam arti yang sesungguhnya.
 
Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang ”kaya”. Orang yang ‘kaya’ bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki. Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan,tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.
 
Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan. Seorang pengarang pernah mengatakan, ‘Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi.” Ini perwujudan rasa syukur.
 
Ada cerita menarik mengenai seorang kakek tua yang setiap hari mengemis di pinggir jalan, ia mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seorang anak kecil gelandangan yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur. Apakah kamu lebih menderita daripada kakek tua pengemis atau anak kecil gelandangan itu hingga berpikir dua kali untuk bersyukur atas apa yang secara tidak sadar telah kamu punyai?
 
Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, lebih sukses, dan lebih kaya dari kita.
 
Saya ingat, pertama kali bekerja saya senantiasa membandingkan penghasilan saya dengan teman-teman lain di perusahaan yang berbeda. Perasaan ini membuat saya resah dan gelisah. Saya menjadi gemar bergonta-ganti pekerjaan, hanya untuk mengimbangi rekan-rekan saya. Saya bahkan tak peduli dengan masa kerja yang tertinggal karena menjadi kutu loncat, yang penting gajinya lebih besar. Sampai akhirnya saya sadar bahwa hal ini tak akan pernah ada habisnya. Setiap orang digariskan dengan suratan hidup masing-masing dan Rencana Tuhan atas kita jauh lebih indah. Kini Saya berubah dan mulai mensyukuri apa yang saya dapatkan. Kini saya sangat menikmati pekerjaan saya.
 
Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri. Tetapi yakinlah, setelah kau hampiri lebih dekat, rumput tetangga yang hijau itu ternyata juga memiliki rumput dan alang-alang coklat yang kering,dan  tanah kering yang tidak subur… jadi semua sama saja, sama seperti manusia yang tak sempurna, kehidupan juga tidak pernah seratus persen bahagia.
 
Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa. Waktu itu saya sedang iseng berkunjung ke sana dan mengamati pasien-pasiennya. Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, ”Lulu, Lulu Dewayani.” Saya keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, ”Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu Dewayani, gadis cantik, pintar dan kaya.” Saya pun mengerti, tapi begitu lewat sel lain saya terkejut melihat ada satu penghuni terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, ”Lulu, Lulu Dewayani”. saya bertanya ” orang ini juga punya masalah dengan Lulu? ” Dokter kemudian menjawab, ”Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu.”
Jadi apalah bedanya, dua orang berbeda dengan satu cinta yang sama pun keduanya bisa jadi gila. Memang tidak semua yang indah itu menjanjikan bahagia.
 
Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi. Saya ingin mengakhiri sharing ini dengan cerita mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia. Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, ”Saya mempunyai dua anak lak i-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup ditanah seberang. Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga.”
 
Bersyukurlah !
 
Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan….
Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan ?
 
Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu …, Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar …
Bersyukurlah untuk masa-masa sulit …Di masa itulah kamu tumbuh …
Bersyukurlah untuk keterbatasanmu …Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang …
Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru …Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu …
Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat …Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga …
Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih …Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan …
Bersyukurlah ‘pabila kamu telah menikah dan menemukan banyak masalah dalam rumah tanggamu…. hal itu membuatmu semakin pandai belajar mencinta……..
Bersyukurlah jika kamu memiliki pekerjaan yang terasa tidak menyenangkan…..ingatlah kalau diluar sana masih banyak penggangguran….
Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik…
Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut dan kesusahan …
Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif …
Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkat bagimu …

- – - – - – - – - – - – - – - – -
Tulisan diatas 100% bukan hasil seorang Delftya! Sejujur-jujurnya, yang kisah pendo’a di bagian awal aku ambil dari sebuah buku perpustakaan sekolah yang aku lupa judulnya. Lupa juga karangannya siapa. Tapi bukunya bener2 t.o.p.b.g.t!!! Tulisan berikutnya yang bener2 panjang (lebar kali tinggi) itu udah lama banget aku dapetin dari email tante nun jauh di sana. Tak liat tanggalnya ternyata udah maret yang lalu. Sebenarnya, ada banyak kisah sebulan ini yang sangat amat cocok sama tulisan itu. Semoga, semuanya bisa bener2 sadar, AKU MEMANG TAK SELALU MENDAPATKAN YANG AKU SUKAI, YANG AKU MINTA TAPI AKU SELALU MENDAPATKAN YANG AKU BUTUHKAN…

Take care, and have a nice day Friends..

 

Hanya Sebuah Goresan 21 Agustus 2009

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — tya @ 4:38 pm

First of all. Makasi yang teramat sangat buat semua yang rela ‘nyasar’ ke blogku. Makasi sara2nya. Paling enggak, untuk sa’at ini, blog adalah tempat curhatku. Ketika tumpahan omelanku udah gak tertampung di kedua orang tuaku, pulsa sekarat jadi gak bisa curhat ma sahabat2ku, yah jadilah blog menjadi sasaran terakhir buat ngomel. Udah ah.

Lanjut! HANYA SEBUAH GORESAN…

Tadi pagi, kemarin pagi, dan pagi-pagi sebelumnya. Setiap ku masuki ruang kelasku,X4 – SMAN 1* Surabaya, ruang kelasku ada di ujung nun jauh disana, tak pernah ku dengar kawan2ku menjawab salam yang kuucapkan. Meski hanya lirih saja. Sampai saat ini, setiap pagi, setiap ku muncul di ambang pintu, mereka selalu bertanya, “Ty, udah ngerjain PR (menyebutkan mata pelajarannya) belom? Pasti udah kan? Aq pinjem dunk..” Awalnya, itu semua ku anggap biasa. Aku sempat berpikir, “ah, gpp, mungkin mereka tidak seberuntung aq yang SMP dulu diajari untuk tetap lurus.” Sampai hampir sebulan aku SMA, ku abaikan semua ini. Tapi lama-lama, setelah ’sapaan’ itu selalu berulang di setiap paginya (tetap inti pembicaraannya, tetap pula yang bicara), aku gerah! Aku marah! Inikah kawan-kawanku yang sebenarnya??? Inikah kebiasaan yang mereka pertahankan??

Langsung terlintas di benakku, pidato salah seorang guru yang sama sekali tak ku ingat namanya. Saat itu pembukaan MOS (Senin, 13 Juli 2009), beliau sempat mengutarakan tujuan dari MOS 2009-2010 yang intinya, “MOS ditujukan kepada seluruh siswa-siswi baru SMAN 1* agar dapat terbentuk karakter yang budiman dan menjadi pribadi yang luhur” Oh, inikah pribadi luhur yang dimaksud? Semoga bukan. Tentunya bukan. Lalu, inikah hasil MOS 3 hari yang ‘gak jelas’ itu? Mereka – para guru – past akan mengelak ketika ada yang bertanya seperti itu. Kurang lebh, mereka akan menjawab, “Itu kan bawaan dari SMP. Sekolah di sini belum sebulan. Jadi, ya jangan salahkan kami, guru barunya”

Ternyata, tujuan dari MOS yang digoreskan dengan tinta hitam di atas kertas putih itu, hanya! Hanya sebuah goresan! Harusnya malu ketika tujuan itu tidak tercapai. Tulisan itu kan ya ditandatangani ketua panitia, kepala sekolah, pake’ distempel lagi. MOS kemarin benar-benar gak meninggalkan jejak. Semua berlalu, seakan-akan tidak pernah terjadi sebelumnya. HANYA SEBUAH GORESAN! Demi sebuah formalitas (saja).

Kawanku, menjadi pribadi yang mulia tidaklah hanya dilihat dari kecantikan paras wajahmu. Tapi, lebih banyak dari keindahan perangaimu. Semoga, kelak, suatu saat nanti, kau akan mengerti betapa indahnya menjadi pribadi yang mulia itu. Terhadap sesama hambaNya dan Allah Yang Esa. I  love you all, X4!

“Yaa Allah, permudahkanlah, lancarkanlah segala usaha hambaMu menuju kebaikan. Percepat perjalanan mereka. Beri mereka pahala yang setimpal. Tapi, ketika hambaMu ini yaa Allah, berusaha untuk menuju pada sebuah kebathilan, jauhkan mereka dari siksa api neraka-Mu. Tunjukkan kami jalan yang lurus, yaitu jalannya orang-orang yang Engkau beri nikmat dan bukan jalannya orang-orang yang Engkau murkai lagi tersesat”

 

bener2 surprise!!! 15 Agustus 2009

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — tya @ 3:35 pm

sumprit! minggu ni aq dapet buanyuak kejutan. indah seh, tapi yo mbencekno! yo pengen ngguyu, tapi kq mari nggondhok. lak gak lucu tho.. aq ampe’ bingung dewe. ini hadiah, atau awal dari bencana??? may be yes, may be no. yg jelas, it’s the best from Allah to me. Thanks God,

senin kemaren. (nakal mode: on) pelajaran pertama kan agama, yo ngaji2 mendayu2 ngunu. wis, boring buanget lah! dan aq pun gak bisa bayangin apa yg akan terjadi. aq tidur? smsan? ato ngemut permen? may be.. tapi ternyata, itu smua gak terjadi. tiba2 senior q di SKI ngasih panggilan buat ank SKI X4. alhamdulillah,, aq bebas jeh! lumayan 2 jam pelajaran bebas. qt disuruh muter2  skul minta sumbangan. cz, ada bokap ank XI-P1 yg meninggal – inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. dan gak mungkin kan ank SKI sebanyak itu kerja smua! ya aq cari enaknya aja. ngobrol ngalor ngidul ttg guru2 plus pelajarannya ma senior2 SKI. mendingan lah, daripada ndengerin ceramah shubuh sambil nahan bubugh.. hehehe,,  owh ya! hari itu, aq udah ngrencana’in mau mbolos. plus jadi provokator mbolos arek X4. udah ada 2 rencana. kalo’ gak bilang baek2 ma ortu dengan alasan males, yo mbolos arek nakal. ya dianter ke skulah abis gitu kluyuran bareng temen2.

besoknya,, ternyata.. hatiku masih suci. wis gak jadi minta ijin, gak jadi pula kluyuran. ya ada seh temen sekelas yang mbolos. tapi cow, aq jg gak kenal baik ma dy. penjas, gila! disuruh muteri parkiran ubaya yang gedenya ngalah2i lapangan basket skulah – yo iyolah. kira2 yach, 3x gedenya lapangan basket lah. 9 menit = 2 putaran, buat cew. ampun! aq 9,35 menit!!!! dan dengan berat hati kudu ikut remidi. huhuhu,, sprint 1x = 4,5 menit. senangnya hati q, dengan penuh ngoyo n sumpah serapah, 3,30 menit aq slese! huh,, tapi kaki q remek. wis lah, mpe lupa kl hari ini aq kudu praktek nari.

slese penjas2 dengan ber-remek2 ria kudu ikut kelas fisika yg gurunya lumayan juga. cuman 1 jam sich. tapi suruh bikin laporan praktikum dari 3 percoba’an. moga sang bapak guru gak baca blog ini. karena keterbatasan waktu, bin rada males baca jangka sorong yang tulisannya mulai pudar,, aq ngarang angkanya! tapi logis.. hwahahahaha,, yo nakal2 lagi lah. biar cepet slese. lha temen sekelompok q gak oke pisan. 5 orang scara gak langsung yang kerja cuman 2. wis, suatu sa’at akan terbukti. sabar, ty.. japanese time! i love this subject! asyik aja. sensei-nya nyenengin. kan masih diajar mahasiswa unesa yg lagi ppl. pada gak mau dipanggil “pak” mintanya dipanggil “mas”. ya mendingan lah. ada juga lho yang gak mau dipanggil mas! hohoho, sok tuwir deh! aq seneng buanget nih! sebelumnya gak pernah sekalipun kenal ma yang namanya bahasa jepang. olala, ulangan dadakan jreng minggu kemaren! alhamddulillah lulus, dan gak ngepress nilainya. uhh, senangnya hatiQ!!

tapi, cepet buanget bel! nari bugh.. sorry2 buat yang udah dukung aq buat gak ikut nari. meski kl dilogika, jelas gak mungkin gak naik kelas apalagi kena dropout gara2 gak ikut nari. tapi, sang guru berkata lain. juahadh guru ppl-nya. ngamu’an plus sensitif banget pula. sebel deh! kq yang dateng cuman guru musik ya. mana guru narinya?!?! hah?! sakit? alhamdulillah, gak jadi nari. wis, Allah bener2 sayang ma aq! sueneng puol aq.. habis gitu, PKn. arek2 X4 nyebelin!!!! masa’ habis nunjuk aq jadi koordinator kebersihan kelas! n mreka bilang ke walas q, yg kebetulan ngajar PKn kl pada mau mbersi’in kelas. gak ada hujan, gak ada petir. aq langsung panas! nguamuk jeh. nguomel gak karuan meski sadar suara abis gak mbalik2. “sak karepmu rek! aq gak ngurus!”

hari rabo. masih marah? banget! brasa gak bangga blas ma X4. pas itu, cuman 1 pelajaran aja. habis gitu, lomba2. temen2 gak agresif blas. wis langsung kliatan mana anak yg bisa diajak kerja sama, mana yang buejat. cew2 juga elek. tau temennya nyapu2, dia enak2 maen hape. huh, sebel puol! apalagi, pas itu sore. aq dari tadi merhati’in sampah di depan pintu yang dikumpulin aja. gak dibuang. alasannya klasik, gak ada cikrak! mbok yo pinter dikit rek! pke kertas bisa. pinjem kelas sebelah juga oke. akhirnya mata q dah pedes ngeliatnya. tak sapu dewe. pinjem cikrak X3. aq sadar, waktu itu aq diliatin ma salah satu temen. q blg,”liat aja ta? gak mbantuin?” dengan nyamannya sambil tersenyum, dy njawab, “ya iyalah. kan kamu pelaksananya. jadi ya aq cukup liat aja” spontan. dan sangat menyakitkan! sapu langsung tak lempar. tak tinggal turun muter2 liat bazar trus ke masjid. q gak ngurus dy ngejar2 aq, sambil ngrayu2. aq udah nggondhok dari pagi. eh, lah koq dirayu2 gj. gak cew thok lagi. cow juga pada ngrayu. nggarai pengen ngguyu. wis nahan2 iku. tapi yo gak lucu, masa’ habis nggondhok trs ngguyu?!?!?! ada lagi! kamis bro ini. aq ulangan kimia. dapet 93. gak absolut. tapi bahagia. itu hasil usaha q dewe. usaha belajar n berdo’a. dan dengan penuh kejujuran.

kamis. ini H-1 acara isro’ mi’roj skul – yang telat banget. wis ngguntingi tali buat id card. sekalian masangnya. buanyuak jeh. bikin 70 id card. dan aq udah yakin banget itu kebanyakan. dan sangat amat kebanyakan! hari itu, aq pulang jam stngah 5 dari skul. sambil nggrundhel n ngomel2. masa’ banner blm dipasang. mana cari masalah ma ank teater lagi. dah gitu, aq juga baru tau bobroknya ekskul di skulah q. besok aq kudu mpe skul jam stngah 6 – status: panitia. ufh, budhal jam5 la’an.. terima aja deh.. mana dresscode atasan putih. otomatis aq jadi persis kyk mahasiswa baru mau ospek. atasan putih, roknya item. cucok dah!

jum’at jam 5 lebih sprempat. aq ues budhal.. dingin jeh. masih gelap lagi. uhh, mpe skul dapet brita k’Lia kna thypus. doain cepet sembuh deh. dah kelas XII, kasian kl sering ambruk. aq bantuin k’Aliyu bagi2 id card. trs diganti’in ank X6. gak tau deh, gimana 2 nasibnya! pas acaranya dimulai, ruepot aq! tapi yo ada panitia tiduran di masjid! mata q pedes liatnya. malu pke id card panitia. aq bnr2 gak bisa jadi panitia diem. harus gerak. harus mbantu. selagi masih banyak yang belum kelar. owh ya, perwakilan undangan dar SMAN 20 tuh temen SMP q. senangnyaa.. temu kangen deh! sambil bangga2in SPiLuqkim tercinta.. tapi gak lama. aq kudu bantuin k’Icha ngurusin acara. okelah, panitia = repot. harus! cz, ya itu emang konsekuensinya. slese acara. uhh, ambruk aq. langsung deh tidur sambil sandar di masjid. lumayan lah! pas cow2 pada jum’atan, kan gak di masjid skul, jadi bebas! cew2 udah persis kayak pindang dijejer siap jual. tidurrrr semua! cow2 tu kayaknya cepet baget seh sholatnya. qta kudu bangun! trs cew2 shola dhuhur. baru rapat evaluasi sambil ma’em gado-gado hasil urunan. waktu mas nafis – ketupat (ketua panitia) minta saran lagi, aq angkat tangan dan dipersilahkan. sungkan juga, aq ngomong brarti kan ngomeli senior q. tapi, it’s ok! demi kebaikan bersama juga. dan ternyata, mbkk2 senior q di SKI bilang, “ealah dek. tak kirain kmu tuh anaknya pendiem. nerimoan. eh dada’no kl ngomong..” aq jawab, ”wah mbk.. ini blm da apa2nya. ini blm tya yg sebenarnya. gak pernah liat aq ngamuk kan?! ya belum sempurna!” hahaha,, senengnya.. paling enggak setelah siang2 aq diomelin 2 ank lwt sms, akhirnya aq ngomelin langsung. lega!! aq pulang jam 4 sore dengan penuh kebahagia’an. sueneng puol!

minggu ni 2 emang banyak banget kejutannya. yang jepang dapet bagus. kimia nilai q paling tinggi sekelas. nggondhok binti nguambek ma X4. ngomel2 di kelas. ngomel2 di rapat evaluasi. badan q rrremekk. dah gitu siang2, ngantuk banget. gak ada apa2, ada tamu gak diundang. da yg ngomel2 lewat sms. jadi dh ngurusi itu. mpe bela’2in njawab baik2, dy mbalesnya gitu. tumpah ni air mata. udah deh, terserah! suatu sa’at kmu bakal tau, knp q laku’in semua ini. ini semua semata2 hny untuk melindungi privacy orang lain. please, kmu pngen dipahami kan?! aq juga mau itu. tapi bukan semua ini yang aq minta balasan darimu. sak karepmu lah!

sekarang. waktu q nulis posting ini. aq lagi muangkel. aq ngrasa bikin satu kesalahan baru hari ini. siang tadi, aq dengan legowo cerita ttg rencana q sepulang upacara besok senen. tak critain semua. dengan penuh harap, semoga dibolehin. kan gak ngglanggar aturan. eh, ternyata. aq gak diijinin. tambah dicramahin ngalpor ngidul. huh, harapan yang kandas. langsung rasanya, bersalah banget. buat apa tadi aq cerita. kejadian ini sama kayak salah seorang sahabat buaek q. tapi, dengan problem lebih besar n lebih berat. dan pertanggung jawaban dy tuh dunia-akhirat. aq ja, yg baru ijin pergi gak diijinin, udah mangkel. lah dy?!?! wahh, sakit buanget deh rasanya..

aq sadar, hikmah minggu ini sangat banyak.
paling enggak aq sadar, kejutan gak selamanya indah.
pasti ada yang pahit juga.
dan itu semua ada rahasia besar milik Allah yang qt blm tau.
tenangkan diri, dan renungkanlah.
sadari,,
ternyata dunia ini terlalu besar  untuk qt seorang.
bersyukurlah padaNya,
karena dibalik ini semua, Allah tau yang terbaik untuk qt..
Love you all,
May Allah bless you, aamiin,,
 

special 4 this week 8 Agustus 2009

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — tya @ 4:47 pm

special menyedihkan, ada. special menyebalkan, pasti ada. special mengagetkan, ok juga. special menyenangkan? paling juga ada.. it’s my beautiful life, it’s my special life. special segalanya!

(03/08) bapak birthday. wah, tambah tuwir ae rek. plus sore itu juga bapak berangkat ke kupang. seminggu jeh. suwi tenan. aq pun jadi anaknya orang banyak. pada menawarkan diri nganter jemput aq. makasi ya..

(04/08) di smpputri, 3 tahun kehidupan q benar2 bermakna. aq temukan guru2 yang luar biasa dan q bersanding dengan 31+1 teman q. I luph u, all! I luph smpputri.. disana pula, aq mengerti makna sebuah persahabatan. arti sahabat. dan perlunya sahabat. hidup q, penuh dengan suka duka indahnya sebuah persahabatan. sahabat, inikah hidup yang sebenarnya? q tak ingin berpisah denganmu. qta telah terpisahkan oleh waktu bukan jarak. tapi sekarang, qta terpisahkan dengan keduanya. bersamamu kawan, q pelajari isi dari kitab kehidupan. aq bener2 kaget ma smsmu kemarin. kaget! gak percaya! but, i believe, it’s the best 4 u, and 4 us. insya Allah! may Allah bless u, guys!

(05/08) wahh, hari ini da pelajaran yang gurunya gak bisa hadir. biasa, dikasih tugas sak buajek, kongkon meneng, kumpulno. q usahakan utk ngerjakan sebaik n sebisa mungkin. eh ternyata, da cow maksa duduk di bangku kosong sebelah q. maksa nyontek. aq bersikeras gak mau, gak mau diconteki=gak mau nyontek. aq ajak pake’ buku paket q buat b2. awalnya dia gak mau, tapi tetep dilakuin. hehe,,, next, dy mbrondong aq sebuah pertanya’an. dari mana sih kq bisa pinter??? aq blg, rajin! rajin belajar, rajin berdoa, rajin ngerjakan tugas, rajin gak nyontek (intinya nyuindir puol). dy ngrasa disindir, dan aq bnr2 ngakuin kl emang lagi nyindir. akhirnya aq ‘interogasi’ dy ttg kemurnian nilai unas kmrn. gak nyangka! dengan sangat amat bangga dy bilang i2 hasil belajar nyontek 70%. banggaaaa banget krn bisa nyontek di depan pengawas. oalah yoo yoo, jaman koyok ngene jek ono wong ora nggenah!

(06-08/08) hari rabo, biasa aja. gak special. aq mpe lupa ada kejadian apa. kamis jum’at, zelly temen sebangku q gak mlebu. gantian dy yg ambruk. sepi. untung ada velda yg mau duduk dbangkunya zelly. gak jadi didudukin cow deh. selamaaat!!! kamis malem aq bahagiaaaa banget! merdeka dari pe’er. aq bubugh dengan tenang gak malem2 banget. dada’no kamis pagi dibritau kl ntar ada ulangan bhs inggris dadakan. ampun! pasrah lah.. jum’at malem, aq juga sangat amat bahagia. sabtu liburrrr = hari kemerdekaan tya. hahaha,,

(09/08) pagi2 kebangun tanpa alarm jam 3 pagi. langsung nyala’in lampu mau nata buku. trs bingung, buku apa yg mau ditata??? aq baru nget kl ini hari kemerdekaan q. lanjut tidurrrr. mantap! pagi2 bangun masih aras2en. muales keluar kamar. jadi deh jam 6 baru nongol dengan tampeng awut2an. hari ini bapak dateng, adik2 ikut jemput di bandara. ibu da forum kelas di sklh adk, ya mana ada di sklh q forklas! aq, maen (lebih tepatnya mampir) ke smpputri. dah janjian maa p.And mau kembali’in buku kimia, thx a lot ya pak! habis gitu skalian minta ajarin ttg angka biner pisan. aq cuman ktmu b.Ulfa, p.And, n b.Yuni baru penggantinya b.Yuni lama. katanya sh juga ada b.Ina, tapi 1 jam q disitu gakk ktmu blas. yg laen kemana? pada ke gor kertajaya, ada acara appaaaa gitu yg diada’in bmh ndatengin ust.Danu. pdhl aslinya pengen ngobrol2 sharing ma adk2. pngen curhat2an. tnyta pada gak ada. ya udah pulang aja deh. daripada tambah ngriwu’i. siang2 diajak p.Nov ktmu adk2 di gor krtajaya. huhuhu, ma’af2 aq gak da yg nganter. gak boleh pula ma ibu”. ya wes lah! kpan2 ya dek qta ngobrol2nya.

minggu depan aq gak bisa maen ke smpputri kayak biasanya. emang sih, gak jd panitia 17an. tapi, hari jum’at besok ski ada acara. ya ceramah2 gitu. lha aq dadi panitia. bagian humpub, wakil koordinator. repot! nyebar undangan, tnyta nge-print nya keliru. suruh bikin pamflet, katanya pada gak punya ide. bikin 80 name tag buat panitia. wuih.. kriting 2 tangannya ank2 humpub! great thanks bwt mbk ainia ma mbk lia. sorry aq gak bisa bantu banyak. pas waktunya rapat, pas aq ambruk. ma’af2. moga ntar pas ramadhan thoyibbah aq bisa bantu lebih banyak lagi..

menjadi seorang muslimah, memang harus terjaga.
terjaga dalam bertindak, terjaga dalam berpenampilan.
berlaku sopan dan santun,
lemah lembut dan halus tutur katanya.
tapi ternyata,
sebuah ketegasan itu sangat diperlukan.
individualisme harus dihapuskan.
dengan begitu, qta disegani, dihormati, dan dihargai!
 

aq binguung.. ANEH!!! 8 Agustus 2009

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — tya @ 4:08 pm

yup! aq bingung! bingung mau nulis apa’an. tapi udah buanyak yang minggu ini aq rasakan. wis, bongkar peti di sini ae lah!

hari2ku di sklh biasaaa aja. wis, sebiasa2nya sklh negri lah. mungkin bagi ank2 yang dr SMPN, ini hal biasa. normal. dan harap maklum. ini sekolah negri. beda banget ma swasta, apalagi smpputri. pelajarannya, tak cerita’in kuabeh yo..

agama, inilah pljrn yg aq tunggu2. aq penasaran, bljr hal baru apa lagi aq di sini. ternyata! suruh ngaji 10 ayat. jangan harap enak gitu bacanya. lha iki mendayu2. 10 ayat thok gak mari2. habis gitu gurune ceramah pisan. dan aq (b’2 ma si I) adl satu2nya ank yg dari sklh swasta islam lumayan terkenal (yang lain dari yamassa, yamastho, ma al-islah.. aq ae gak ngerti 2 sklh da dimana). jadilah qta kdg disindir2. qta 2 dianggep gak labih tau tentang islam. jadi kesannya, slalu mojokin qta. huh, muales aq pokok e. nguantuk tenan. yach, ujung pertemuan suruh nyalin surat al-baqarah ayat 30. ttg manusia sbg khilafah. aq udah slese, olala da ank yang minta ditulisin. yo males! tapi, aq msh b’baik hati ngajari koq. hehe,,

biologi. guru ne sangar puol, amat sangat ringan tangan! aq ja baru ngerti namanya pas pertemuan k2. ini saking sangar guru ne atw saking cuek murid e?!?! hehe,, bapak yg satu ini mesti crita ttg 2 putrinya yg udah kuliah. muuuuesti! i2 msh mendingan yo. pak bio ini terkenal disiplin puol. ruapui. gak mau liat kelas kotor. mesti anggota piket yang cow dijewer ato dicubitin. karena itulah, beliau menganggap dirinya ringan tangan. ngajarnya lumayan. kadang mudheng kadang bubugh. tapi pak bio nih mesti duduh diatas meja murid yang kosong – arek e gak mlebu. dengan kaki diangkat cantolin kursi. ditambah minta permen ke muridnya, terus lsg dimakan.katanya, “saya kan guru jadi boleh. kalian murid, ya gak boleh. harus jadi guru dulu.” ada ya ternyata guru kayak gini!

kesenian! aq sueneng kalo’ ngomongin ini. isinya curhat thok. curhat seorang murid yang sangat benci seni tari. diajar ma mahasiswa unesa yang lagi ppl. uhh, judes puol. mekso pisan jadi orang. ues mekso, ngajar penuh dengan provokasi, diskriminasi dan tanpa toleransi (mulai kapan aq rada canggih ngene? hehe,,). gak ada buku lks, apa lagi buku pendamping. tapi tiap slese pertemuan, mboook pe’ernya uakeh. plus gak bisa ngarang. mana ttg tari di internet juga gak gitu lengkap. aq mpe puyeng ngerja’innya! kesenian = bubugh. wkwkwkwkkk,,

apalagi ya?!?!?! q cuman pengen crita pelajaran2 yg dapet tempat special di hati q. adalagi, sejarah. ini satu2nya guru non-islam yg ngajar di kelas q. wuih ngajarnya bnr2 orang sejarah buanget. muka’nya judes. tapi kayaknya rada baik. kemaren pas ngajar, beliau menghipnotis murid2nya dengan ajaran2 feminisme, budaya leluhur, dan rusaknya jati diri bangsa karena adanya berbagai agama yang masuk. wih, untung aq pas duduk diblakang. yah, gak ktauan kl lagi ngemut permen buat nahan ngantuk. sak jane aq wis pengen metu ae iku. ajaran dari mana tuh bugh feminisme? katanya, cewek kudu pake rok (especially rok span) kl mau keluar. rambut cewek kudu mpe sebahu atau lebih. makin panjang makin baik. opo2an iki?? trus budaya leluhur. ibugh iki bilang, qta wajib mempertahankan budaya leluhur. yg seperti apa? animisme dinamisme kah? aq gak eroh. tak tinggal nglamun pas iku – ma’af bugh yach! terakhir, hilangnya jati diri bangsa akibat masuknya agama2 baru. lha terus panjenengan agamanipun nopo? jati diri bangsa indonesia tuh yang kyk gimana sih? aq jg msh nglanjutin lamunan q. mpa mbrebes mili lho aq nglamun pas iku. hehehe,,

udah! there’s no special even 4 this week. blas gak ada buat masalah pelajarannya. tapi yang lain ada buanyuak..

pray 4 me..
and,
wish me luck yach!